--> Skip to main content

Bertempur Melawan Jembalang Part-2

Pertempuran yang semakin seru

Hallo sobat pembaca semua yang selalu setia dan membaca artikel di blog ini. Semoga sobat semua selalu mendapat limpahan rahmat dan pengetahuan setelah membaca di blog ini. Betapa kagetnya admin setelah melihat statistik pengunjung, begitu ramai yang melihat cerita jembalang ini. Ternyata yang menyaksikan banyak sekali dari luar negeri.


Baiklah kita akan melanjutkan bagian ke-2 yaitu bertarung dengan jembalang. Setelah pak kyai dan ki banyu berhadapan dengan makhluk yang bernama jembalang, sorot mata makhluk ini begitu bengis dan kejam. Mungkin jika manusia biasa seperti kita yang melihat makhluk setinggi ini, sudah bisa di pastikan akan terkencing-kencing karena takut dan kaget he..he..!

Di belakang makhluk tersebut sudah berdiri sekitar 10.000 ribu pasukan jembalang yang siap menyerang. Sementara itu pak kyai dan ki banyu begitu tenang. Serangan pun akhirnya di mulai dari pasukan terdepan jembalang, akhirnya ki banyu yang turun tangan untuk menghadapi serangan pasukan jembalang.

Sementara raja dari sang jembalang masuk ke tubuh anak gadis pak budiman yang sudah dikendalikan dari hari sebelum pertempuran ini terjadi. Sementara pak kyai yang menangani raja jembalang tersebut di tubuh anak gadis pak budiman. Pertarungan antara pak kyai dan raja jembalang berlangsung cukup alot, karena raja jembalang memang terkenal sakti di kalangan makhlul ghoib. Bahkan 1000 bergolo ireng dan 1000 buto ijo bukanlah tandingan sang jembalang.

Sementara itu ki banyu yang melawan pasukan dari jembalang itu, dengan segera merubah wujudnya menjadi tinggi besar seperti jembalang. Serbuan dari pasukan jembalang tidak membuat ki banyu gentar sedikitpun. Pedang sakti yang bertuliskan "alif lam jalalah" yang berada di tubuh ki banyu pun keluar. Sementara para jembalang bersenjatakan cemeti dan gada. Ki banyu yang di keroyok dengan santai meladeni pertarungan dengan jembalang.

Begitu juga dengan kyai Tapa geni yang beradu tenaga dalam dengan raja jembalang tersebut. Karena belum ada yang menang dan kalah, akhirnya raja jembalang pun mengeluarkan trik liciknya. Yaitu menggunakan "ajian bala sewu", yaitu membelah wujudnya menjadi ribuan di dalam tubuh anak gadis pak budiman serta merantai leher tubuh korban.

Advertisement
Anak gadis pak budiman seperti tercekik kehabisan nafas. Pak budiman yang menyaksikan kejadian itu pun meneteskan air mata dan ibunda tercinta pun langsung jatuh pingsan.
Kibanyu yang dengan serunya diserang bertubi-tubi hanya tersenyum sambil mengayun pedang saktinya. Potongan tubuh jembalang berserakan dan langsung melebur terkena sabetan pedang "alif lam jalalah".

Di luar dugaan pak kyai yang terpojok oleh trik jembalang itu sedikit bingung. Karena harus mengeluarkan sekaligus membuka kuncian yang berada di leher korban. Sementara raja jembalang yang berada di tubuh korban sedikit senang dan tertawa..!

Pertarungan malam ini memang seru dan penuh strategi licik. Melihat sang raja jembalang menguasai keadaan para pasukan jembalang ikut senang dan meremehkan lawan di hadapannya. Melihat situasi sang guru yaitu kyai tapa geni terpojok, akhirnya ki banyu mengeluarkan salah satu ajian pamungkas yang sangat ditakuti kalangan ghoib yaitu "Cakra Beswara" yaitu salah satu ajian yang hanya di miliki oleh keturunan sanghyang. Dengan seketika itu pula ribuan jembalang hancur melebur menjadi debu. Ki banyu yang berhasil mengatasi pasukan musuh pun mengucapkan syukur Alhamdulillah.

Setelah itu ki banyu langsung merubah wujud seperti sedia kala dan langsung menuju ke tempat sang guru bertarung. Sementara kyai tapa geni yang hampir kewalahan langsung berkompromi dengan ki banyu untuk merubah strategi pertarungan. Jam pada malam itu menunjukkan pukul 02.00 pagi, hujan turun dengan deras dan di sertai angin kencang yang berputar-putar di sekeliling rumah saja. Memang terlihat aneh, tapi seperti itulah keadaannya.

Karena proses pertarungan di luar sudah selesai, maka sekarang tinggal proses pertarungan raja jembalang yang berada di dalam tubuh. Raja jembalang yang di ketahui dari jenis elemen api sengaja memperbanyak bentuknya seperti pasir di dalam tubuh korban.

Akhirnya jalan terakhir yang tersisa hanya satu yaitu pembersihan, yaitu ki banyu yang membuka kuncian di leher dan kyai tapa geni yang melakukan proses penarikan jembalang dari ujung kaki sampai ke pintu kuncian yaitu leher. Air mata anak gadis pak budiman pun terus mengalir karena menahan sakit setiap kali proses pengeluaran sang jembalang tersebut. Tak henti-hentinya pak budiman memanjatkan doa untuk keselamatan anaknya.

Terlihat tanda merah mengelilingi leher anak gadis pak budiman serta nafas yang hanya tersisa sedikit sekali. Sang ayah terus memberikan semangat agar jangan sampai tertidur, karena jika sedikit saja tertidur maka akan tertidur selamanya. Ki banyu dan kyai tapa geni terus melakukan proses penarikan ribuan makhkuk yang berada di tubuh korban.

Hingga akhirnya jam menunjukkan jam 04.00 pagi, tubuh anak gadis masih di kuasai raja jembalang tersebut. Akhirnya 10 menit menjelang adzan subuh kyai tapa geni dengan terpaksa mengeluarkan senjata pamukasnya yaitu "Cemeti Sulaiman" untuk masuk di tubuh korban dan melebur ribuan jembalang yang berada di dalam tubuh. Lima menit menjelang adzan akhirnya raja jembalang mengaku kalah dan keluar dari tubuh korban dengan penuh luka di sekujur tubuhnya. Sungguh jiwa ksatria yang di miliki raja jembalang memang patut di acungi jempol, hingga batas waktu akhir masih tetap bertahan. Akan tetapi yang amat di sayangkan makhluk sekuat itu dikendalikan oleh golongan manusia berhati iblis.

"Rasa syukur pun langsung di panjatkan karena semua itu semata-mata karena pertolongan Allah sebagai pencipta langit dan bumi."

Setelah itu ki banyu dan kyai tapa geni pun berpamitan untuk pulang. Semoga dari kejadian ini ada hikmah yang bisa di ambil, agar kita selalu waspada.
Baiklah sobat penulis mohon pamit, gimana..? Seru kan ceritanya..! Semoga bisa di ambil sisi positifnya.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar