Belajar Dari Semut

Salam hangat buat sobatku semua para pecinta ilmu kajian, para pejalan spiritual dan para ahli filosofi. Mohon maaf juga apabila penulis tidak selalu update di sebabkan keterbatasan waktu dan daya pikir sang penulis. Akan tetapi penulis akan terus berusaha menyajikan kupasan-kupasan yang bermakna untuk menambah wawasan para pembaca tercinta.


Baiklah untuk pertemuan kali ini saya akan membahas mengenai 'belajar dari semut'. Apa sobat semua bingung ?, ya wajar jika para pembaca semua bingung, apalagi bagi para pembaca yang masih belum bisa mengikuti pola pikir sang penulis. Akan tetapi penulis akan mencoba mengurai secara perlahan agar mudah dimengerti.

Jika kita perhatikan semut adalah salah satu makhluk terbanyak di muka bumi yang di ciptakan Tuhan serta dapat dilihat oleh mata fisik kita. Lalu apa hubungannya dengan mata kita..?

Sebelum kita membahas hubungannya marilah terlebih dahulu kita ucapkan Alhamdulillah sebagai ucapan rasa syukur karena kita masih diberi nikmat yaitu penglihatan yang berasal dari kedua bola mata kita.

Hubungannya adalah dengan adanya penglihatan kita maka kita bisa mengetahui segala aktifitas semut. Loh apa gunanya mengetahui aktifitas semut..? Kaya orang kurang kerjaan aja.! Lagi pula cape dan tidak ada duitnya..wk..wk..wk. 😁

He..he.. Tenang sobat ada kata-kata bijak mengatakan :

"Dibalik yang sederhana sekalipun bisa tersimpan keluhuran dan dibalik penciptaan semut walaupun bentuknya kecil bisa tersimpan pelajaran".

Waduh tambah puyeng aja nih otak apa sih maksud kata-kata diatas..? Sekarang kita perhatikan semut, jika mereka saling bertemu terlihat oleh mata kita mereka saling bertabrakan. Kaya Mobil aja tabrakan he..he. Maksudnya adalah mereka saling bertegur sapa dan mengucapkan salam. Itu menandakan begitu erat tali persaudaraan mereka. Beda dengan bangsa manusia yang selalu memilih dalam berteman, apalagi bersaudara..?

Coba kita lihat jika seorang lelaki mencari teman pasti yang dipilih yang cantik-cantik kalau yang jelek pasti langsung di delete..wk..wk..wk 😁. Dan jika seorang perempuan mencari teman pasti milih yang tampan-tampan kalau jelek, get out from my live..wk..wk..wk 😁 walaupun tidak semua begitu. Beda dengan bangsa semut semua dirangkul tanpa pilih kasih. Nah ketemu tuh satu pelajaran, makanya bangsa manusia harus belajar dari bangsa semut biar tambah pinter..wk..wk..wk 😁

Nah sekarang kita perhatikan kembali semut, pernahkah kita melihat semut yang mengangkat makanan yang begitu besar mungkin 10 atau 20 kali lipat berat beban semut. Begitu kuat ia mengangkat beban seberat itu, meskipun terkadang makanan itu jatuh dan kemudian semut mengangkatnya kembali berulang-ulang sampai masuk kedalam lubang atau rumah semut.

Apa yang kita dapat dari aktifitas semut yang terlihat secara jelas oleh mata kita..? Sebenarnya semut sedang mengajarkan kepada kita bangsa manusia khususnya, karena diberi akal dan otak untuk berfikir dan memahami setiap aktifitas yang berada di seluruh alam semesta.

Semut mengangkat beban makanan melebihi berat beban semut, maksudnya adalah mengajarkan kepada kita tentang arti kekuatan bisa kekuatan fisik, kekuatan fikiran atau daya fikir maupun kekuatan ruhani atau spiritual yang berkaitan dengan kepercayaan dan keimanan. Intinya adalah kekuatan kita harus lebih besar dari beban yang kita pikul. Pada aktifitas ini sebenarnya semut sedang memberikan contoh kepada bangsa manusia agar selalu tangguh, kuat dalam segala hal dan kondisi apa pun.

Semut yang mengangkat makanan kemudian makanan tersebut jatuh dan semut dengan cepat mengangkatnya kembali, apa maksudnya dari aktifitas ini..? Maksudnya adalah semut sedang mengajarkan kepada manusia bahwa semut tidak memiliki rasa putus asa dan selalu berusaha untuk mencoba dan mencoba. Seperti pepatah dalam kupon berhadiah didalam chiki "Anda belum beruntung coba lagi"..wk..wk..wk. Pada aktifitas ini sebenarnya semut mengajarkan kepada kita agar tidak mudah menyerah dan putus asa.

Intinya adalah buang jauh-jauh rasa putus asa kita dan teruslah untuk selalu mencoba dalam keadaan apapun. Gagal bukanlah sesuat hal yang buruk, akan tetapi suatu hal yang harus diperbaiki. Benar-benar luhur setiap gerak semut walaupun sangat sederhana akan tetapi bisa tersimpan keluhuran dan pelajaran.

Nah satu lagi buat PR (pekerjaan rumah) para pembaca biar tidak penasaran, sekali-sekali bongkar lobang semut buat eksperimen ada apa sebenarnya didalam lubang tersebut, karena semua-semut membawa makanannya masuk kedalam lubang. Apakah langsung dimakan ataukah dikumpulkan sebagai cadangan makanan.

Kalau begitu saya mohon pamit, apabila ada kata-kata yang kurang berkenan khususnya bangsa manusia tolong di maafkan karena penulis bukanlah bangsa manusia..wk..wk..wk.. Semoga dapat dijadikan pelajaran wassalam.
Advertisement

4 Responses to "Belajar Dari Semut"

  1. Yupz, belajar dari semut yang hidup rukun saling silaturahmi dan tak memilih bertemen, itu saya banget, mas Bim. Wkwkwk

    Tapi terkadang memang cuma bisa ngelus dada ketika masih bisa membantu maka teman akan suka, tapi ketika diri tak bisa berbuat apa-apa lagi langsung dikucilkan 🤗

    Terima kasih, pencerahan paginya.

    ReplyDelete
  2. @Lisa Nel
    Semoga bisa menjadi inspirasi di pagi ini..

    ReplyDelete
  3. Ada apa ya dilubang semut? Buat nabung mgkn hehe! seingatku waktu msh kecil pernah buka lubang semut kalau ga salah isinya cuma telur semut.

    ReplyDelete
  4. Komentar dari mbak Lis membuat saya tersungging. Hahaha

    Ya. Memang banyak sekali pelajaran yg kita dapat dari kehidupan bermasyarakat kumpulan semut.
    Dan kita juga harus malu pada semut merah yang berbaris di dinding yg menatap dengan penuh curiga.wkwkwk

    ReplyDelete

Komentar yang masuk akan dimoderasi :
1. Jangan menyertakan link aktif
2. Berkomentarlah dengan cerdas!