Belajar Dari Telur Dan Ayam

Hallo sobat pembaca ketemu lagi dengan penulis di bulan yang penuh perjuangan ini yaitu bulan november. Bagaimana kabarnya..? Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar dan sesuai dengan rencana.

Pada pertemuan kali ini penulis akan mengajak para pembaca semua masuki alam perhewanan he..he, yaitu "Belajar dari telur dan ayam".

Wah sepertinya penuh teka-teki lagi nih..! Begitulah sang penulis penuh teka-teki dan misteri..! he..he.. 😁

Berawal dari kedatangan sobat lama kerumah sang penulis beberapa minggu lalu, kami berbicara panjang lebar mengenai banyak hal. Sampai akhirnya ia bertanya mengenai bagaimana caranya agar doa mudah terkabul..?
Penulis tersenyum dan berkata kepadanya, apakah sobat sudah belajar dari telur dan ayam. 🐓🐣

Sobat penulis terdiam sepertinya sedang berfikir untuk memahami kata-kata sang penulis..! 10 menit kemudian ia pun berkata ; jika hanya mengkaji telur dan ayam saya bisa memahami, akan tetapi mengkaitkannya dengan sebuah doa itu yang saya tidak paham.. 😇

Baiklah kalau begitu penulis akan mengupasnya sedikit demi sedikit agar lebih jelas dan paham inti permasalahannya. Sekarang kita perhatikan ayam yang bertelur, dan kemudian telur tersebut dierami oleh sang induk ayam secara berkala.

Dan kemudian terkadang sang induk keluar kandang untuk mencari makan dan kembali menuju kandang, Kemudian mengerami telur-telurnya dan proses ini berlangsung kurang lebih selama 21 hari agar si buah hati bisa menetas.
Nah sekarang kita kaji apa maksud dari alur cerita di atas..?

Cara yang mudah untuk memahaminya yaitu menggambarkannya dengan menggunakan bahasa filosofi atau bahasa perumpamaan.

"Apa maksud dari ayam yang bertelur..?"

"Sekarang kita gambarkan ayam itu sebagai seseorang dan telur kita gambarkan sebagai sebuah harapan atau doa."

"Apa maksud dari Sang induk mengerami telur-telurnya secara berkala dengan mencurahkan segenap kasih dan sayangnya pada telur tersebut..?"

"Sang induk mengerami telur dengan maksud agar suhu yang ada pada telur menjadi hangat dan terjalin hubungan yang sangat dekat antara induk dan telur."
"Begitu juga dengan seseorang yang memiliki harapan atau doa, ia harus menjaga doa-doanya tersebut dan mencurahkan kasih dan sayang seperti sang induk ayam tadi."

"Selain itu juga seseorang yang berdoa harus terjalin hubungan yang hangat agar terjalin kemesraan antara yang berdoa dan Sang Pengabul Doa."
Bayangkan apabila hubungan terasa dingin atau hambar maka akan sia-sia semuanya.. 😢

"Apa maksud dari sang induk yang keluar sarang untuk mencari makan..?"

"Artinya selain berdoa kita juga harus berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup tubuh kita, karena manusia memiliki jasad dan kebutuhannya harus di penuhi pada waktu-waktu tertentu."

"Lalu apa maksud proses menetasnya telur ayam kurang lebih selama 21 hari..?"

"Artinya sebuah doa juga memerlukan proses agar menjadi terkabul dan terwujud. Karena di dalam proses tersebut terletak sebuah ujian kesabaran kuat atau tidaknya menjalani proses tersebut."
Manusia hanya bisa memohon sedangkan yang memiliki haq untuk mengabulkan adalah Sang Pencipta. Penulis rasa semua pembaca sudah pada pintar dan bisa mentafsirkan inti dari permasalahan di atas, karena rahasia-rahasia Tuhan sangat banyak bertebaran di muka bumi.

Namun amat di sayangkan hanya segelintir manusia saja yang mampu untuk mencerna dan memahami bahasa Tuhan waktunya penulis pamit, semoga bermanfaat.

Peace and love to Indonesia 💝
"yang terpenting bukanlah tujuannya melainkan prosesnya karena ketika kita sampai di tujuan kita akan menjadi orang lain".
Advertisement

3 Responses to "Belajar Dari Telur Dan Ayam"

  1. Ouw... Jadi begitu ya, pak?
    (Garuk² kepala, berpura-pura paham) hahhaa

    ReplyDelete
  2. @Djacka Artub
    Awas kutunya pada terbang he..he 😸

    ReplyDelete
  3. Ya, cuma segelintir yang paham, termasuk saya yang pura-pura paham. haha

    ReplyDelete

Komentar yang masuk akan dimoderasi :
1. Jangan menyertakan link aktif
2. Berkomentarlah dengan cerdas!