Berawal dari fikiran

Hallo sobat pembaca yang berada di seluruh dunia. Bertemu lagi dengan saya penulis yang sangat jenius. Pada kesempatan ini penulis ingin membagikan oleh-oleh dari perenungan selama 1 bulan lebih di pandeglang-Banten. Mudah-mudahan banyak hikmah dan pelajaran yang bisa di serap oleh sobat pembaca semua.


Bermula dari awal april 2015, penulis melakukan perjalanan ke pandeglang, entah kenapa naluri menuntun tubuh ini kesana. Mungkin karena penulis adalah orang yang dinamis dan menyukai hal-hal yang baru. Mungkin juga ada sesuatu seperti magnet yang menarik penulis untuk singgah di tempat tersebut.

Setelah tiba di sana penulis bingung mau apa kesini..? Akhirnya penulis merenung dan berbicara dengan fikiran penulis sendiri. Memang terlihat aneh bisa berbicara dengan fikiran sendiri seperti teman akrab, tapi penulis yakin bahwa sobat pembaca juga pernah melakukan hal tersebut bukan..he..he. Siapa pun pasti pernah melakukannya, hanya saja belum sadar dengan apa yang dilakukan.

Tanpa sadar semua yang penulis tanyakan di jawab semua oleh fikiran. Dari situlah penulis banyak belajar tentang banyak hal. Memang aneh seperti kita sedang berkonsultasi dengan konsultan yang sangat jenius..! he..he. Fikiran kita juga merupakan salah satu bagian dari diri yang menyimpan berjuta misteri.

Ternyata selama ini manusia itu di tuntun oleh naluri yang merupakan bagian dari fikiran bawah sadar. Dan fikiran bawah sadar ini menyimpan data-data diri kita sejak kecil. Fikiran bawah sadar ini seperti jaringan hidup yang terus tumbuh dan berkembang selama manusia itu masih hidup. Jadi intinya kata-kata yang tersimpan dalam bawah sadar itu hidup dan membentuk karakter kita.

Jadi selama ini otak kita itu seperti komputer yang bisa menyimpan dan menghapus data. Jika data-data yang tersimpan itu baik maka program akan berjalan dengan baik. Begitu juga dengan manusia, apabila data yang di simpan di otak itu baik maka manusia itu akan baik.

Jadi sebenarnya kehidupan yang kita alami saat ini adalah hasil dari data-data yang tersimpan di dalam fikiran bawah sadar. Jika data-data yang tersimpan di otak kita itu ada data yang berisi cara untuk sukses maka kita akan di bimbing ke arah kesuksesan tersebut.

Sebaliknya, jika banyak data yang tersimpan dalam alam bawah sadar bersifat kesedihan, kemalangan, kesusahan maka kata-kata tersebut akan membentuk kehidupan kita seperti itu. Jadi sangat berbahaya sekali, jika kita tidak memahami cara bekerjanya fikiran kita sendiri.

Oke apabila ada yang kurang jelas saya persilahkan bertanya di kolom komentar. Semoga artikel ini bisa membantu memahami cara kerja fikiran kita.

Advertisement

5 Responses to "Berawal dari fikiran"

  1. Benar dan betul sekali, otak kita mirip dengan kompeter bahkan ponsel kita, di mana data-data itu tersimpan dan kita tinggal mengelolanya. Asal jangan diabaikan, karena jika di abaikan memori akan diam dan tak berjalan sempurna. Haha

    Selamat hari minggu dan jangan lupa ngopi dulu. hehe

    ReplyDelete
  2. luar buasnya fikirannya sob...
    saya takjub menyelami idea2 sampean....

    jgn berhenti seperti saya ya...
    semangat ngeblog turun drastis nih.. perlu doping dulu biar naik..

    ReplyDelete
  3. @Amrana
    He..he.. 😁
    Beres kang, semoga dapat menemukan semangat baru 👌

    ReplyDelete
  4. Memory penyimpanan dalam otak saya lagi terkena virus, mas.
    File file data bahan untuk membuat postingan terhapus oleh virus merah jambu. Hahaha

    ReplyDelete

Komentar yang masuk akan dimoderasi :
1. Jangan menyertakan link aktif
2. Berkomentarlah dengan cerdas!