Misteri Janda Kembang Part 2

Hallo pembaca semua, melanjutkan kisah misteri bagian kedua ini memang layak untuk terus disimak. Banyak pergolakan didunia misteri yang tetap misterius dan tidak bisa diungkap. Apalagi misteri tentang percintaan dan asmara.

Artikel kali ini adalah lanjutan dari misteri janda kembang yang sudah sangat fenomenal dalam jagat perbloggeran ditanah air. Bagi yang belum sempat membaca, harap membaca bagian pertama agar tidak penasaran.

Gadis misteri

Catatan penting sebelum anda membaca artikel dibawah ini sebaiknya jangan lupa terlebih dahulu menyiapkan segelas kopi dan beberapa potong pisang molen agar rileks. Agar tidak terlalu lama, kita meluncur ke TKP!

Mendapat pukulan tak terduga tubuh satria pun ambruk tersungkur ke bumi..!

Bruuuukkk..!

Melihat penjual plastik itu jatuh, Zia yang menjadi pembeli pun histeris..!!!

"Sudah mas..sudaaahhh..!"

"Kasian orang ini, ngapain kamu kesini, kitakan sudah cerai..!"

"Terus maksudnya apa..? Pake ngaku-ngaku suami aku..?"

"Say, aku masih cinta kamu.."

"Janda yang kemarin itu sudah aku tinggalkan..!"

"Cukup mas adipati, cukup..! cintaku padamu sudah aku buang jauh-jauh, aku sudah muak liat muka kamu..!"

"Baiklah say, kalau itu memang jawabanmu sekarang, tunggu saja, akan ku balas penghinaan ini.."

"Jangan panggil aku orang timur, jika aku tak sanggup menaklukanmu !"

"Kau memang harus aku taklukan dengan cara halus !, tunggu saja waktunya akan tiba !"

Pinjam kata-kata pamungkas bung Satria : "hallaa.. Wong edan..! Hari gini masih main dukun !" 😪

• • • •

Sementara itu, dua orang karyawan satria yang baru tiba di toko plastik pun kaget melihat juragannya terkapar di bawah.

"Bos, bangun bos..!" bangun..!

Lima menit kemudian satria pun siuman.

"Ah, gila juga tuh orang main pukul sembarangan, awas saja kalau ketemu di jalan nanti." seru satria..!

"Sudah bang tidak usah diladeni, yang terpenting abang kan baik-baik saja sekarang, Eneng sudah tidak khawatir lagi" :)

"Tadi puisinya bagus juga bang, Eneng sampai..gimana gitu..!" 😂

Sementara itu Amrana yang belum mengetahui hasil uji coba minyak yang di pakai satria pun sudah tidak sabar lagi. Sehingga dengan tanpa banyak kompromi langsung menelpon Djack yang berada di surabaya.

"Hallo Djack, ente sebaiknya jujur saja, ini minyak apa ? Ane sudah pakai tidak ada reaksinya ?"

"Mana janda sebelah rumah sudah pindah kontrakan lagi, kan ane jadi puyeng kalau harus cari kontrakannya yang baru"  😊

"Sebenarnya begini kang, itu memang minyak biasa saja, ane kemarin sudah tirakat, dapat 1 minggu lalu keserang disentri, akhirnya mengalami mencret-mencret selama 10 hari, ya, jadi tirakatnya gagal kang !" 😥

"Jangkriiik..! Koe kate ngapusi aku Djack !" (kamu mau membohongi saya)

"Bukan begitu kang, ane tidak mau mengecewakan Akang, akhirnya punya inisiatif 'tuk kirim minyak biasa saja. Yang pentingkan sama-sama minyak kang !" 😁

"Bagus..bagus.. Djack, kamu tidak tahu alat persenjataan perangku bagian bawah sudah terlalu kenceng !" 😜

"Enggeh, sepuntene sing katah kang, kalau sudah over kenceng gitu kan tinggal jepitin ke pintu kan beres..!" 😂

"Kabuuuuuurrrr...!" Tut..tut..tut..!

"Dasar gemblung koe Djack, pake dimatiin lagi handphonenya" arrrrgggghhh..  😬😤

• • • •

Jam sudah menunjukkan pukul  4 sore, Amrana yang baru saja beres mandi sedang memanaskan salah satu mobilnya.

"Nanti malam semoga perjalanan lancar, ane harus siap-siap dari sekarang !"

Tepat pukul 17.00 WIB, sebuah mobil bermerk Toyota Fortuner berwarna putih pun meluncur ke arah bandara international Soekarno-Hatta.

Amrana hendak menjemput kedua putrinya yang akan tiba pukul 19:30, di bandara tersebut. Kedua putri Amrana bernama Lisa dan Rini. Kedua putrinya tersebut sedang mengejar gelar master di universitas di negara singapura.

Amrana hanya memiliki kedua putri, kedua putrinya ia sekolahkan di luar negeri agar suatu saat kelak bisa menjadi orang yang mampu untuk hidup mandiri dan bertahan dalam menghadapi zaman yang serba tidak menentu.

"Papih..papih..!"

"Ah itu rupanya kedua putriku telah tiba dengan selamat"

"Apa kabar pih..?"

"Alhamdulillah, sehat sayang. Bagaimana dengan kalian ?"

"Kami berdua sehat pih..!"

"Ngomong-ngomong, di singapura banyak janda ga ?" 😜

"Ah papih yang ditanyain pasti janda, mentang-mentang mamih sudah tidak ada"

"Ya harus atuh, biar sudah tua begini juga kan papih masih hot..!" 😁

"Ya tahu deh yang masih hot," wk..wk..wk.. 😁

"Kompor kali ah, masih hot" 😊

"Pih, kita berdua lapar nih, mau makan dimana..?"

"Oh.. Putri papih lapar toh !, ya..ya.. Kita cari makan di rumah makan saung kuring saja khas sunda, ok !" 😉

"Beres pih !"

Advertisement
• • • •

Sementara itu, satria yang langsung pulang menuju kota bogor di hadang hujan deras dan macet parah di area ciawi.

"Dasar kampret, pake macet lagi, udah gitu hari gini apes banget kena pukul orang !" 😴

"Kalau gak' hujan kan pemandangan bisa bagus, banyak gadis-gadis belia yang berkeliaran hilir mudik !" 😊

Melihat suaminya belum pulang, vina pun langsung meneleponnya !

"Hallo say, kamu dimana ?"

"Masih di ciawi kejebak macet !"

"Macet..apa macet say ?"

"Ah mama curiga aja, macet mah..!" 😅

"Yaudah, cepet pulang. Anak-anak nyariin kamu tuh !"

"Ah mama bisa aja pake alasan anak-anak !" 😀

"Tau ah gelap !"

Tut..tut..tut...!!!

Satria yang masih terjebak macet di ciawi mulai kesal, ditambah sang istri (vina) yang baru saja menelepon bikin suasana hati tidak mood. 

"Ah.. Suwe dah hari ini macet parah banget..!" 😥

"Aduh..! Mana cacing di dalam perut pada demo..!"

Selang 10 menit, satria pun menepikan mobilnya di warung nasi bebek langganannya untuk memberi makan para cacing yang sejak tadi berdemo tidak henti-hentinya.

"Pak nasi bebek 1, sama es teh satu, gak' pake lama..!"

Satria memang terkenal pekerja keras, dari mulai membuka pabrik plastik, toko plastik dan bekerja sambilan menjadi seorang blogger.

Tentunya menjadi blogger hanya satu tujuannya yaitu berbagi pengalaman menarik dan sekaligus menjelajahi dunia perjandaan yang trend pada masa sekarang ini.

Nama-nama janda pun mulai bervariasi seiring zaman yang terus berganti dari mulai yang bernama :

1. Jahe yaitu janda herang
2. Jamur yaitu janda dibawah umur
3. Jantok yaitu janda montok
4. Jaer janda ge'er

Dan masih banyak lagi sederetan nama-nama janda yang berkeliaran di dunia maya 😝

Disela-sela sedang makan, datanglah seorang wanita cantik mendekat ?

"Ehem..ehem...!

Bersambung 

Advertisement

12 Responses to "Misteri Janda Kembang Part 2"

  1. Haha, pas banget ya karakter Satria yang suka ngeluh tapi pekerja keras.
    Terus itu Djaka? Walah itu temen apa temin ngerjain pak Amrana
    Oh koleksi nama janda udah kayak koleksi minyak wangi ya ...
    kebayang hebohnya para penyuka janda kalau sudah bergabung
    Emang janda itu ada nilai plusnya loh
    haha ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah.. Bu maya cocoknya jadi pengamat nih 😁

      Delete
  2. dia mendekat mau ngapain? mau minta traktir? wkwk

    ReplyDelete
  3. Hahaha.. Kopi ku tumpah di baju ini, gara-gara sederatan nama-nama janda. Apalagi pak Amrana yang mata jandaan.. 🤗

    ReplyDelete
    Replies
    1. He..he..
      Untung ga nyembur orang didepan 😂

      Delete
  4. di tunggu the next story love nya gan!

    ReplyDelete
  5. wkwkwk.. aku ngakak baca singkatan2nya. Si satria itu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. He..he..!
      Baru beredar bu, biar trend singkatannya.

      Delete
  6. Ehemm, eheemmm.... jiangkrik, bos... perut saya sampai laper, baca ceritanya. Hahaha

    Rupanya aktor prianya para anggota KOPERASI semua, nih.
    Iya,.. itu tuh ... KOPERASI (Komunitas pecinta rondo anak siji/komunitas pecinta janda anak satu). Wkwkwkkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kan sudah dibilang bawa kopi dan molen biar tidak lapar 😉

      Biar trend kang nama-nama anggota koperasinya 😂

      Delete

Komentar yang masuk akan dimoderasi :
1. Jangan menyertakan link aktif
2. Berkomentarlah dengan cerdas!