Perubahan Sosial Media zaman

Selepas Ba'da Isya' sebelum jam gentayangan tiba, para dhemit biasanya nyangkruk di warung kopi. Apalagi dengan penari latar yang super wow bahenol dan secangkir black coffee serta sebatang rokok Gudang Garam Menyan, wuihh... Serasa surga dunia walaupun hasil ngutang di warung mpok Minah, seorang suster ngesot yang meninggal tragis akibat gantung diri. 😟

Icon Sosial Media

Hanya saja, kenikmatan sesaat itu diusik oleh perbincangan 2 Dhemit kampret antara Pak Dhe Kolor ijo versus Jin Kaskas penjaga makam angker. Apalagi yang mereka obrolkan tiada lain soal ingin adanya perubahan di Negeri ini. 

Akhirnya... Sayapun cengengas cengenges mendengarkan apa yang mereka obrolkan dan meninggalkan warung itu dengan setengah berlari menahan pipis, he..he 😅

Talking about Perubahan, sebenarnya semua memang telah berubah. Dulu seni berpacaran adalah lewat surat menyurat plus titip salam kepada teman terdekatnya. Sekarang kenalan, pacaran, lamaran, sampai menikah dan bercerai bisa lewat Sosial Media.

Sudah sangat drastis sekali perubahan dizaman sekarang ini. Apakah anda semua merasakan hal yang sama? 😪

Ataukah anda tipe dhemit yang menikmati semua perubahan ini tanpa anda sadari, akankah perubahan ini menuju pada satu kehancuran sistem global ataukah menuju pada satu tatanan yang bisa menyelamatkan semua bangsa dhemit. 😥

Padahal, yang namanya Sosmed dulu berlangsung di sungai atau sumur. Di situ para tetangga berkumpul, ngobrol ngalor-ngidul sambil cuci piring, baju, popok, atau sekadar menimba air untuk bak mandinya masing-masing. 😏

Kini, Sosmed berwujud Dunia Maya dengan alat tempur HP, Tablet, Laptop dan lain-lain. Jadi, dengan adanya alat canggih ini kita tak selalu harus beranjak ke sumur bersama untuk sekedar anjangsana silaturahmi ataupun ngegosip trending topik. 😪

Advertisement
• • • • • •

Adu Jotos sepulang sekolah sudah menjadi tradisi di sekolahan saya, menang atau kalah menempati nomor urut kesekian. Pada waktu itu, kebanggaan ada pada mata lebam dan bibir pecah akibat kena jotos musuh yang ada. Maklum, masih darah muda! 😂

Kini hanya modal sebuah perangkat mini dengan layar sebesar bungkus rokok, para dhemit sudah merasa seperti petinggi Amerika Serikat yang tengah menggempur negara ditimur tengah. Padahal kekuasaanya hanya sebatas kuota paketan internet. He..he 😂

Nah, bicara tentang Be Ol atau Boker bin Ngising... sebelum ditemukannya Wc dengan teknik penggenangan air dan salurannya berbentuk leher angsa, dulu para Mahluk Astral untuk buang air besar pergi keJumbleng (Wc made in Lobang besar ditanah) dan berarti bersiap untuk pencet hidung. Tapi, sekarang semua itu telah berubah. 

Kini, di era yang serba modern, fungsi WC telah banyak berubah seperti, untuk baca buku, komik, koran dan mencari inspirasi baru sering dilakukan para Dhemit sekarang ini sambil nongkrong diatas closet atau pun berselfie ria. Saking asyiknya toilet zaman sekarang sampai-sampai tidak terasa pikiran kita menghayal kemana-mana. Pingin istri cantik, kaya, jadi Artis bahkan jadi Presiden. 😪

Dan salah satu dhemit yang berhasil admin tangkap dan abadikan seperti contoh gambar dibawah ini.

Dhemit WC

Pada zaman dahulu, jangankan kita berkhayal di atas Jumbleng. Wong kita lebih sibuk mampetin hidung sembari mengatur olah nafas, agar gas beracun yang berada dibawah tidak terhirup oleh penciuman kita 😅

• • • • • •

Belum lagi masalah Dapur, bukan cuma perangkat dan mebel ruang tamu yang dijual di toko-toko. Kitchen set sudah lama menjadi bagian yang dipamerkan digerai-gerai piranti rumah tangga. Para Dhemit yang membuka jasa penataan dapur dari yang kecil-kecilan sampai yang mewah juga mulai tumbuh dengan subur.

Ide lelulur mahkluk astral untuk memisahkan dapur berapi dengan dapur tak berapi (pantry) makin dipermudah dengan adanya Microwave yang merupakan hasil karya cipta dhemit Asing. 

Dengan adanya dapur model meja Bar, kini Dapur telah menjelma menjadi seni artistik. Dapur, yang dulunya cuma bagian yang disembunyikan dari interior rumah, kini seakan menjadi bagian yang dipersilahkan turut mejeng di depan para tamu sebagai bagian dari keindahan seni tata ruang.

Namun, sebagaimana matahari tetap terbit dari ufuk timur, selalu ada yang tak berubah di tengah seluruh gegap-gempita perubahan. Setiap manusia memang tak lepas dari kebutuhan, jika kebutuhan yang satu telah tercukupi maka kebutuhan lain akan datang silih berganti.

Dan menurut seorang pakar dhemit ilmu sosial yang bernama Mang lembu dipadepokan cilembu city yang memiliki sebuah slogan yang tidak bisa dianggap remeh yaitu, "Hidup itu jangan terlalu dibawa serius, santai saja dan nikmati hidup seperti dipinggir pantai" 😂

Dan menurut pakar Spiritualis terkondang dikalangan dhemit yaitu Mbah Djack Djerangkong berkata, "jika seekor anjing kumal, dekil dan bau memuntahkan mutiara dari dalam mulutnya, tanpa malu-malu kamu pasti akan memungut mutiara itu. Karena itu jangan lihat siapa yang berbicara, tapi perhatikan apa yang dibicarakan" 😪

Para Kuntilanak seakan tak percaya, bahwa di balik berbagai alasan kasus rata-rata 200 ribu perceraian per tahun di Negeri para dhemit, mungkin juga tersembunyi alasan ini : Laki-laki teramat jarang dimasakkan oleh isteri sendiri, oleh karena itu kaum lelaki banyak bergentayangan dimalam hari

Untuk para dhemit golongan hawa, sayangilah pasangan anda, beri perhatian walaupun sekedar membuatkan secangkir kopi karena bisa jadi merekalah yang akan mengantarkan anda kedalam surga yang sejati dan hakiki. 😁

Advertisement

21 Responses to "Perubahan Sosial Media zaman"

  1. Untungnya saya tipe dhemit yang sederhana, dapur apa adanya, setia dengan sumur lama ngosip sambil cuci baju, tak menghadalkan sosmed terkini untuk pacaran, bahkan WC pun masih ala kadarnya. Pokoknya dengan perubahan terkini, akan tetap enjoy jika dinikmati alakadarnya, seperti nikmati kripik ubi + kopi hitam. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah dhemit yang tidak tergiling arus zaman rupanya 😂

      Delete
  2. dhemit dan mahluk astral yang jadi viral dimedia sosial pada minggu terakhir ini memang ada dan nyata, siapakah dhemit dan mahluk astral tersebut?
    ya mang admin inilah salah satunya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wow..! Dhemit pakar ilmu sosial muncul juga he..he.. 😅

      Delete
  3. perubahan fungsi ternyata meluas sampai ke dunia astral juga ya
    dhemit ikut eksis menikmati kemudahan medsos hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. He..he..
      Mereka lebih eksis loh ketimbang bangsa manusia 😂

      Delete
  4. Saya tidak akan menyebunyikan dampak kemajuan global terhadap diri saya mas, diakui atau tidak pergeseran gaya hidup yg sekarang ini memang begitu kontras, dan ini tidak bisa dipungkiri setiap orang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul kang..
      Semuanya sekarang sudah mulai bergeser yang tidak bisa diprediksi

      Delete
    2. namun kita sebagai manusia tetap berpikiran realistis tentang kemajuan global ini serta menerapkan gaya hidup yang kian hari semakin hingar bingar ini, mana yg pantas dan mana yg lebih di butuhkan

      Delete
  5. Dhemit-dhemit berkamuflase, ibarat bungklon bisa berubah warna sesuai dimana tempatnya. Atau sesuai siapa yang kasih makan. Ah, betul kata mang lembu, nikmati saja hidup ini.
    Mari kita gunakan media sosial untuk hal kebaikan, jangan sok pintar dan menghakimi.
    Ingat bagi kaum hawa, jangan lupa kopinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. He..he..
      Tenang mas, nanti tak bilangin bagi kaum hawa agar jangan lupa bikin kopi 😂

      Delete
  6. Wah... Rokok gudang garam ada tang rasa baru ya, mas?
    Baru tahu kalau ada rokok gudang garam menyan. Haha

    Berbicara soal jumbleng, eh medsos, memang sekarang ini perubahan jaman sudah sangat terasa dg hadirnya media sosial di kalangan para dhemit.
    Dulu para dhemit suka keluyuran sampai larut malam untuk bermain bersama teman2nya. Sekarang mereka cukup duduk di kamar sambil menghisap gudang garam rasa menyan, sudah bisa menyapa teman2nya yg lain. Bahkan bisa mencapai negeri atas angin hanya dg sekali klik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ternyata dhemit yang satu ini berpengalaman juga 😂

      Ternyata mbah Djack sang Spiritualis bukan isapan jempol semata 😅

      Delete
  7. Foto selfie di WC g nguati banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. He..he..
      Baru ketangkap satu dhemitnya 😅

      Delete
  8. Aku sih menikmati semua perubahan dengan suka cita. Demit yang mengikuti perkembangan zaman brother :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anda benar-benar dhemit yang elegan 😁

      Delete
  9. Sebagai makluk astral saya pun juga mengikuti perkembangan teknologi, sebab kalau nggak pasti ketinggalan oleh kawan-kawan demit lainnya.. Haha

    ReplyDelete
  10. Kalau di kampungku dhemitt bahasa lainya adalah sebangsa halus

    ReplyDelete

Komentar yang masuk akan dimoderasi :
1. Jangan menyertakan link aktif
2. Berkomentarlah dengan cerdas!