Petuah Jawa Kuno

Semakin maju peradaban maka semakin berkembang pula kemampuan otak manusia, tapi semua itu berbanding terbalik 180° dengan kenyataan yang ada.

Manusia di zaman ini semakin mengejar materi yang memang sudah menjadi kebutuhan pokok. Hal tersebut sah-sah saja, akan tetapi dari segi akhlaq manusia sekarang semakin jatuh.

Kata Mutiara

Coba anda teliti sesama manusia saling mencurigai, saling tikam dari belakang, saling caci dan maki di sosial media. Seolah-olah mereka berbudaya tapi dari perilaku seperti tidak memiliki budaya, mereka memiliki budi pekerti tapi sepertinya budi pekertinya sudah hilang entah kemana!

Mungkin zaman sudah edan ataukah manusianya yang lebih edan lagi. Intropeksi diri sudah harus dilakukan, karena kita harus mencontoh dari orang-orang terdahulu yang patut dicontoh. Seperti halnya para pendahulu yaitu leluhur zaman dahulu yang selalu memberikan petuah-petuah yang baik.

Dari mulai kisah para Nabi, kisah para Wali, kisah para sahabat, kisah para Ulama, kisah para pahlawan maupun kisah pewayangan yang dibawakan melalui wayang kulit maupun wayang golek, ambil semua yang sifatnya positif dan memiliki tata nilai yang tinggi. Karena semua itu sangat berharga untuk saat ini.

Berikut ini Falsafah Ronggo Warsito Dalam bahasa aslinya dan terjemahannya yang mungkin bisa menjadi pengingat anda semua yang sedang menjalani hidup dari zaman ke zaman yang semakin edan.

Advertisement

• • • • • •

Petuah Jawa Dari Ronggo Warsito
  
_Rejeki iku ora iså ditiru.._
*(REJEKI ITU TIDAK BISA DITIRU)*

_Senajan pådå lakumu_
*(WALAU JALANMU SAMA)*

_Senajan pådå dodolan mu_
*(WALAU JUALANMU SAMA)*

_Senajan pådå nyambut gawemu_
*(WALAU PEKERJAANMU SAMA)*

_Kasil sing ditåmpå bakal bedå2_
*(HASIL YANG DITERIMA AKAN BERBEDA SATU SAMA LAIN)*

_Iså bedå nèng akèhé båndhå_
*(BISA LAIN DALAM BANYAKNYA HARTA)*

_Iså ugå ånå nèng Råså lan Ayemé ati, yaiku sing jenengé bahagia_
*(BISA JUGA ADA DI DALAM RASA DAN KETENTERAMAN HATI, YAITU YANG NAMANYA BAHAGIA)*

_Kabèh iku såkå tresnané Gusti Kang Måhå Kuwåså_
*(SEMUA ITU ATAS KASIH DARI TUHAN YANG MAHA KUASA)*

_Såpå temen bakal tinemu_
*(BARANG SIAPA BER-SUNGGUH2 AKAN MENEMUKAN)*

_Såpå wani rekåså bakal nggayuh mulyå_
*(BARANG SIAPA BERANI BERSUSAH PAYAH AKAN MERAIH KEMULIAAN)*

_Dudu akèhé, nanging berkahé kang ndadèkaké cukup lan nyukupi_
*(BUKAN BANYAKNYA, MELAINKAN BERKAHNYA YANG MENJADIKAN CUKUP DAN MENCUKUPI)*

_Wis ginaris nèng takdiré menungså yèn åpå sing urip kuwi wis disangoni såkå Sing Kuwåså_
*(SUDAH DIGARISKAN OLEH TAKDIR BAHWA SEMUA YANG HIDUP ITU SUDAH DIBERI BEKAL OLEH YANG MAHA KUASA)*

_Dalan urip lan pangané wis cemepak cedhak kåyå angin sing disedhot bendinané_
*(JALAN HIDUP DAN REJEKI SUDAH TERSEDIA, DEKAT, SEPERTI UDARA YANG KITA HIRUP SETIAP HARINYA)*

_Nanging kadhang menungså sulap måtå lan peteng atiné, sing adoh såkå awaké katon padhang cemlorot ngawé-awé, nanging sing cedhak nèng ngarepé lan dadi tanggung jawabé disiå-siå kåyå orå duwé gunå_
*(TETAPI KADANG MANUSIA SILAU MATA DAN GELAP HATI, YANG JAUH KELIHATAN BERKILAU DAN MENARIK HATI.. TETAPI YANG DEKAT DIDEPANNYA DAN MENJADI TANGGUNG JAWABNYA DISIA-SIAKAN SEPERTI TAK ADA GUNA)*

_Rejeki iku wis cemepak såkå Gusti, ora bakal kurang anané kanggo nyukupi butuhé menungså såkå lahir tekané pati_
*(REJEKI ITU SUDAH DISEDIAKAN OLEH TUHAN, TIDAK BAKAL BERKURANG UNTUK MENCUKUPI KEBUTUHAN MANUSIA DARI LAHIR SAMPAI MATI)*
     
_Nanging yèn kanggo nuruti karep menungså sing ora ånå watesé, rasané kabèh cupet, nèng pikiran ruwet, lan atiné marahi bundhet_
*(TETAPI KALAU MENURUTI KEMAUAN MANUSIA YANG TIDAK ADA BATASNYA, SEMUA DIRASA KURANG, DI PIKIRAN RUWET, DAN DI HATI MENJADI BUNTU)*

_Welingé wong tuwå, åpå sing ånå dilakoni lan åpå sing durung ånå åjå diarep-arep, semèlèhké lan yèn wis dadi duwèkmu bakal tinemu, yèn ora jatahmu, åpå maneh kok ngrebut såkå wong liyå nganggo cårå sing ålå, yå  waé, iku bakal gawé uripmu lårå, rekåså lan angkårå murkå sak jeroning kaluwargå, kabeh iku bakal sirnå balik dadi sakmestiné_
*(PETUAH ORANG TUA, JALANILAH APA YANG ADA DIDEPAN MATA DAN JANGAN TERLALU BERHARAP LEBIH UNTUK YANG BELUM ADA. KALAU MEMANG MILIKMU PASTI AKAN KETEMU, KALAU BUKAN JATAHMU, APALAGI SAMPAI MEREBUT MILIK ORANG MEMAKAI CÀRA TIDAK BAIK, ITU AKAN MEMBUAT HIDUPMU MERANA, SENGSARA DAN ANGKARA MURKA. SEMUA ITU AKAN SIRNA KEMBALI KE ASALNYA)*

_Yèn umpåmå ayem iku mung biså dituku karo akèhé båndhå dahnå rekasané dadi wong sing ora duwé_
*(KALAU SAJA KETENTERAMAN ITU BISA DIBELI DENGAN HÀRTA, ALANGKAH SENGSARANYA ORANG YANG TIDAK PUNYÀ)*

_Untungé ayem isà diduwèni såpå waé sing gelem ngleremké atiné ing bab kadonyan, seneng   tetulung marang liyan, lan pasrahké uripé marang GUSTI KANG MURBENG DUMADI,_
*(UNTUNGNYA, KETENTERAMAN BISA DIMILIKI OLEH SIAPA SAJA YANG MAU  MENAHAN HATI DALAM HAL KEDUNIAWIAN, SUKA MENOLONG ORANG LAIN DAN MEMPASRAHKAN HIDUPNYA KEPADA TUHAN YANG MAHA PENCIPTA)*

Jangan lupa bahwa kita hidup didunia ini hanya sesaat, apalah arti sebuah materi ketimbang menemukan ketenangan sejati. Ketenangan yang hanya bisa dicapai dengan kesadaran diri.

Semoga bermanfaat dan dapat menemukan mutiara-mutiara yang berada didasar palung hati anda masing-masing. Selamat merenung dan mencapai kesadaran yang sejati.

Advertisement

20 Responses to "Petuah Jawa Kuno"

  1. Petuah jawa memang ada benarnya bahkan orang-orang jaman dulu hidupnya ayem tentrem, bersyukur dengan apa yang di dapat, namun tetap berusaha. Lain halnya sekarang dunia semakin canggih tapi manusianya semakin terpuruk, terkadang sulit memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Karena semua itu tak bisa dilihat sekilas dari luarnya saja, kadang dilihat dari luarnya halus seperti kain sutra, ternyata dalamnya... Suhhalllah. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bisa diserap sisi positifnya

      Delete
    2. untungnya saya punya darah jawa...sedikit, jadinya udah tau dan hapal duluan petuah jawa kuno itu

      Delete
    3. Wow.. Tidak sangka mang lembu bisa paham, saya malah tidak paham mang ! 😂

      Delete
  2. kadang emosi tak terbendung dan terpancing, tapi setelah dituangkan dalam tulisan sedikit reda bahkan bisa hilang rasa marah dan kegalauan hati
    hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menuangkan beban dipikiran itu perlu agar tidak terlalu banyak yang menumpuk

      Delete
  3. Fakta mengenai pepetah jawa atau petuah jawa ini memnag banyak benarnya ya gab!

    ReplyDelete
  4. Super sekali fatwanya Mas. ..saya kebetulan dari suku Jawa, tepatnya Jawa Tengah jadi paham betul bahasa yg dipakai dalam artikel ini,

    Saya membaca dari awal sampai akhir banyak yg saya daptkan akan makna positifnya.

    Namun yg paling membuat lebih terbuka mati hati saya dan lebih mensyukuri apa yg ada pada diri sy waktu membaca *(JALAN HIDUP DAN REJEKI SUDAH TERSEDIA, DEKAT, SEPERTI UDARA YANG KITA HIRUP SETIAP HARINYA)* ...trimakasih mas atas petuahnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bermanfaat dan bisa diserap lebih dalam mas

      Delete
  5. Miris memang klo sudah berbicara teknologi yang terus berkembang sejarah nenek moyang pun semakin dilupakan, seperti petuah-petuah ini contohnya. Sangat menginpirasi sekali petuah2 diatas. Thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bisa bermanfaat dan dipetik makna positifnya

      Delete
  6. Setuju bgt sama petuah Jawa Kunonya mas, memang kalau selalu ingat mati nafsu dunia ini serasa gimana gitu, jadi intinya mgkn ingat mati aja trus biar hidup seimbang hehee

    Saya juga ingat ini, Bekerjalah seolah hidup selamanya dan beribadahlah seolang mati besok..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas..
      Mati terkadang bisa menjadi sebuah pecut yang sangat berharga bagi mereka yang selalu khilap menjalani hidup

      Delete
  7. petuah yang bisa jadi pegangan hidup lebih baik

    ReplyDelete
  8. Replies
    1. Bukan mas, itu bahasa jawa tingkat menengah atau madya. Sedang bahasa jawa halus disebut bahasa kromo inggil.

      Delete
  9. Pepatah sama dengan nasehat kali ya mas ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas..
      Jadi, sifatnya bebas boleh dipakai atau tidaknya tergantung manusia itu sendiri mas

      Delete

Komentar yang masuk akan dimoderasi :
1. Jangan menyertakan link aktif
2. Berkomentarlah dengan cerdas!