Muhasabah Diri Menjelang Ramadhan

Pagi yang indah, suasana hari ini betul-betul mendukung untuk mengungkapkan apa yang terlintas dalam pikiran.

Aroma wangi surgawi yang menyebar dan terhirup oleh penciuman begitu pekat. Mungkin karena semalam hujan turun dengan lebat.

Bulan Perenungan

Waktu begitu cepat merambat dalam sela-sela hari yang tak kita sadari, dan entahlah..! Apakah kita masih sempat mencium aroma manisnya bulan ramadhan. 😪

Ataukah kita akan disimpan dalam sebuah peti ketidakpastian, seperti layaknya sebuah wayang yang disimpan oleh Sang Dalang.

Ketidakpastian dan kemungkinan akan terus menghantui kita, karena masih banyak jutaan pertanyaan yang tidak bisa kita jawab..! Dan masih banyak jutaan kemungkinan yang tidak bisa kita duga..! 😪

Dan saat ini kita yang masih terombang-ambing dalam lautan pertanyaan, masih bingung menentukan tujuan dan tak tahu apa yang harus dilakukan..!

Admin hanya bisa mendoakan semoga anda semua menemukan mutiara-mutiaranya sendiri dalam lautan pertanyaan yang tidak memiliki kepastian.

Advertisement
• • • • • •

Lewat sedikit muhasabah ini mungkin kita bisa mengambil sedikit pelajaran. Apakah selama ini kita sudah berdoa dengan benar, ataukah selama ini kita hanya membaca teks doa tanpa memahami makna dibalik doa tersebut..!

Karena berdoa dan membaca teks doa itu sangat berbeda. Ibaratnya seperti anda menyanyi dan membaca teks lagu. Pasti ada perbedaannya bukan..! Dan saya yakin anda semua pasti paham.

Mungkin selama setahun ini kita lebih banyak meminta.. Meminta dan meminta kepada Sang Kholiq, tanpa sadar kita tidak pernah menunaikan kewajiban kita sebagai hamba kepada Sang Kholiq. Mungkin selama setahun ini kita lebih banyak menuntut hak..hak dan hak tanpa melunasi kewajiban kita kepada Sang Kholiq.

Sadar dan menyadari adalah sebuah bukti bahwa anda adalah manusia, yaitu makhluk yang diberikan kesadaran. Dan sangat berbeda dengan mahluk yang tidak diberikan kesadaran seperti angin, air, api, tanah, hewan, tumbuhan dan lain sebagainnya.

Mulai sekarang persiapkan diri untuk menyambut datangnya bulan yang suci, bulan yang didalamnya terdapat perintah langsung dari Yang Maha Suci.

• • • • • •

Dan sedikit belajar dari saudara kita yang tinggal di Baduy-Banten, bahwa mereka hidup begitu mandiri, begitu tenang dan harmonis sampai-sampai semua bahan makanan dan peralatan makan dibuat dengan tangan sendiri.

Selain itu pula mereka hidup rukun dan saling bekerjasama satu sama lain maupun bekerjasama dengan alam sekitarnya. Mereka begitu menghargai alam sekitarnya. Dan tidak seperti kita yang jelas-jelas memiliki kebudayaan luhur, tapi nyatanya hanyalah omong kosong tanpa bukti. Jangankan untuk menjaga alam sekitar, wong terkadang sebelah rumah saja tidak saling kenal. 😪

Masihkan anda memiliki sifat andalah yang paling suci, andalah yang paling benar atau andalah yang paling mandiri..! 😪

Jika dibandingkan dengan saudara kita yang hidup dan tinggal di Baduy-Banten, anda belum seberapa..! 😪

Karena cara hidup modern seperti kita tidak menjamin apa pun. Selalu saja ada celah untuk menyalahi fungsi. Seperti diibaratkan sebuah pisau yang seharusnya digunakan untuk memotong sayur atau buah, malah digunakan untuk menyalahi fungsi pisau yaitu membunuh atau melukai sesama manusia.

• • • • • • 

Dan saat ini apakah hidup anda sudah sesuai dengan fungsi atau sebaliknya yaitu menyalahi fungsi yaitu sebagai seorang manusia dan seorang hamba.

Ketika anda menjadi manusia maka rangkulah semua urusan yang berkaitan dengan manusia. Saling asah, asih dan asuh dan jangan pilih kasih.

Dan ketika anda menjadi seorang hamba maka tempatkanlah urusan anda sesuai fungsinya.

Selamat merenung dan bermuhasabah, semoga ada pelajaran dan hikmah yang bisa anda petik dari artikel kali ini.

Karena beberapa hari lagi kita semua akan bertemu dengan bulan yang didalamnya penuh dengan pengampunan, bulan yang penuh keberkahan, bulan yang penuh rahmat, bulan yang penuh dengan pelajaran dan tentunya bulan penguji bagi seorang hamba agar melaksanakan perintah-Nya dalam suka maupun duka.

Advertisement

26 Responses to "Muhasabah Diri Menjelang Ramadhan"

  1. Subhanallah benar adanya kadang kita begitu sibuk dengan urusan dunia tanpa disadari waktu merapat menuju senja dan kembali senja, kemana diri akan dibawa apakah mengikuti nikmat yang fana
    Semoga kita segera tersadar bahwa semua yang ada saat ini adalah titipan yang suatu saat akan kita tinggalkan atau akan segera diambil pemiliknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali mas, semua yang ada hanyalah titipan.

      Delete
    2. saya jadi brebesmili baca muhasabah dan komentar diatas, sangat adem dan makjleb ke hati dan perasaan yang sedang galau ini akibat bulan puasa sudah dekat, hutang puasa tahun lalu belum sepeserpun dibayar...hick..hick...(nangisnya aneh ya?)

      Delete
    3. He..he..
      Ayo nyaur mang, tinggal beberapa hari lagi.. 😂

      Delete
  2. Muhasabah diri menyambut tamu agung yang inshaallah kita bisa menjadi tuan rumah yang akan menjamunya dengan segala ibadah yang dilipat gandakan

    Tamu agung yang selalu kita rindukan sebentar lagi akan hadir semoga Ibadah di bulan Ramdhan tahun ini akan lebih baik lagi dari tahun lalu

    Sungguh malu rasanya bila melihat saudara kita dengan segala keterbatasan namun mampu mensyukuri nikmat dari Nya

    salam santun pak Indra mohon maaf lahir batin selamat menyambut bulan yang istimewa bersama keluarga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mohon maaf lahir dan bathin juga..
      Semoga kita semua sampai pada bulan yang penuh pengampunan.

      Delete
  3. ini musahabah tingkat tinggi seorang manusia mau pun hamba yang harus bisa menempatkan fungsi fungsi kemanusian dan kehambaan untuk mencari hikmah yang terkandung di dalamnya. sebelum tiba di bulan penuh kemulyaan sungguh betapa susahnya untuk menanggapi harus perlu merenung sejenak untuk memberikan fatwa terkait dengan musahabah diri menjelang ramadhan ini agar tak salah arah dan tetap dijalur yang sama.

    Ya asudahlah, saya tak cari tempat dulu untuk memberikan tanggapan mengenai musahabah menjelang ramadhan ini. Tapi sebelum itu saya pinjam koreknya dulu ya hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. He..he..
      Koreknya saya taruh diatas meja cak" awas jangan dibawa kabur ya.. 😂

      Delete
  4. Wah bulan ramadhan seru tuh main kembang api wkwkwk

    Ya semoga bisa melakukan yg terbaik di bulan suci nanti, amin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, semoga kita semua menjadi tamu dibulan suci ini.

      Awas jangan main kembang ya, kalau masih ada stok ajak admin ya 😂

      Delete
  5. Merenung sejenak untuk musahabah diri untuk menyambut bulan suci yang penuh berkah dan pengampunan, semoga diri tetap diberi taqwakal sampai akhir nanti.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin..
      Semoga kita sampai pada bulan fitrah ini.

      Delete
  6. sering denger muhasabah tapi tidak ngerti artinya setelah membaca artikel suhu indra baru paham thanks suhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 kang, semoga ada sedikit pencerahan.

      Delete
  7. Mari kita berbenah diri mengheningkan batin, serta bermuhassabah dan bertafaqqur sejenak untuk menyambut Ramadzon , sehingga Romadzon yg kita jalani benar benar dari dalam diri kita,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul kang, semuanya harus kita sadari dan benahi dari dalam diri kita. Agar apa yang kita lakukan terasa ikhlas..!

      Delete
  8. Semoga puasa yang kita jalani nanti , puasa secara lahir batin , tidak hanya puasa lahiriah semata ya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin..
      Betul kang, agar tidak sekedar menahan lapar lahiriah saja melainkan bathiniah juga..!

      Delete
  9. Tak terasa Ramadhan sudah di ambang pintu dan kita pun wajib untuk bersiap diri supaya puasanya nanti mendapat pahala.

    ReplyDelete
  10. Jadi tersindir sendiri nih ,sering berdoa dan meminta ini dan itu pada Tuhan, tapi banyak sekali kewajiban yang saya lupakan. Jadi malu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. He..he..
      Saya ada koran nih mas, buat nutupin muka biar tidak malu he..he 😂

      Delete
  11. semoga kita diberi kelancaran dalam beribadah di bulan Ramadhan tahun ini.. amin..

    ReplyDelete
  12. Semoga diberi kesehatan dan berkah di ramadhan ini amin...

    ReplyDelete

Komentar yang masuk akan dimoderasi :
1. Jangan menyertakan link aktif
2. Berkomentarlah dengan cerdas!