Uji Nyali Membaca Disini

Gerimis hujan dimalam yang sepi dan dingin ini tidak menyurutkan langkahku meneruskan perjalanan ini. Walau tubuh terasa lelah, tapi urusan yang sangat penting dan harus terselesaikan malam ini juga tidak menyurutkan langkahku menembus kabut malam yang menghadang.

Rumah Belanda

Walaupun tekad di hati sekeras besi baja, akhirnya perjuanganku melawan serangan alam ini kandas juga ketika butiran air yang turun kebumi berganti dengan limpahan hujan dengan sangat derasnya. 

Ketika aku melihat sebuah rumah dua tingkat dengan bangunan seperti pada jaman Belanda, tiba-tiba seperti ada yang menarikku untuk menuju rumah kosong itu untuk berteduh. Waktu aku sudah di depan pintu rumah itu, akupun duduk di atas kursi yang berada didepan untuk melepas lelah. Saat itu aku tidak sengaja menyenggol pintu rumah itu, dan... ternyata pintu itu tidak terkunci!! 

“aneh... kenapa rumah ini tidak terkunci?” tanyaku sembari mencoba masuk rumah karena penasaran. 

Akupun masuk ke rumah itu, Aku melihat- lihat sekeliling rumah, dan ketika aku berada tepat diruang tamu... ’dag.. dig.. dug..’ jantungku berdetak sangat keras, bulu kuduk tiba-tiba berdiri seolah menandakan aku tidak sendirian dirumah ini. Perasaanku jadi tidak enak, dan mengatakan sesuatu yang buruk akan terjadi malam ini. 

Advertisement
• • • • • •

’Wussss... Braakkk!!!’ tiupan angin yang keras menghempaskan pintu depan yang tadi sempat aku tutup. Kejadian tersebut menghentakanku dari lamunan. Bayanganku tentang hal-hal yang mengerikan dirumah ini buyar oleh suara keras yang baru saja mengagetkanku. 

Belum sempat aku mengetahui apa yang terjadi, tiba-tiba... entah darimana datangnya Aku melihat seorang wanita cantik berambut panjang hampir sepinggang serta memakai gaun pengantin warna putih lewat di depanku. 

Kerongkonganku tercekat, nafasku sesak, dan akupun mundur dari tempatku berdiri sehingga punggungku menyentuh dinding rumah yang lembab dan dingin itu. 

“ma.. ma'af.. Mbak.. si.. siapa?” Tanyaku memberanikan diri dengan jantung tetap berdegup dengan kencang. 

Tapi wanita itu tidak menjawab, hanya lirikan matanya yang tajam di sertai senyum simpul yang mengerikan membuatku tidak berani mengeluarkan kata-kata lagi. 

Setelah itu, dia melangkah perlahan menuju tangga di depanku untuk pergi kelantai dua. Namun, tak lama setelah itu, dia terlihat menuruni tangga. Kali ini ada rasa kecewa dan kesedihan yang mendalam di wajahnya. 

Aku yang sejak tadi tidak tenang dengan kejadian semula kembali di buat shock oleh kehadirannya. Dan, ketika aku sedang berfikir tentang apa yang akan dilakukannya terhadapku, terdengar suara halus tapi mengerikan darinya. 

“Hikz... Kamu.u.uu.. Harus.s.s.. Bis.s.saa.a... Harus.s.s.. Bis.s.saa.a... Hikz..!!” kata-kata yang keluar darinya seakan menyuruhku untu berbuat sesuatu. 

Tapi, belum aku sempat bertanya apa maksudnya, dia pergi melewati pintu depan dan menghilang dikegelapan malam. Rasa takut yang semula aku alami berganti dengan perasaan yang penuh dengan tanda tanya. Akupun langsung terduduk di tanah, lemas, dan bingung, apa yang sedang terjadi dirumah ini. 

• • • • • •

“Hek.. Hek.. Hek.. Hek.. Hek..” suara tertawa anak kecil yang menggema di seluruh ruangan ini membuatku terperanjat. Keringat dingin kembali bercucuran. Dan akupun segera berdiri dari tempat dimana aku duduk tadi untuk mengetahui kejadian apa lagi yang akan aku alami. 

“Hek.. Hek.. Hek.. Hek.. Hek..” suara itu kembali terdengar. Tapi, kali ini disertai dengan munculnya sosok anak laki-laki kecil yang berumur sekitar 5 tahunan. Dengan Wajah yang lucu serta hanya memakai celana pendek tanpa baju, dia berlari-lari memutari ruang tamu ini seakan mengajak aku untuk bermain. 

“sini..!!” lambaiku padanya, “Kamu siapa dan... dimana rumahmu?” cecarku setelah anak itu tidak mempedulikan panggilanku. Kali ini aku tidak setakut sewaktu bertemu dengan wanita tadi walaupun perasan ngeri tetap saja ada padaku. 

“Hek.. Hek.. Hek.. Hek.. Hek..” hanya suara tertawa yang keluar darinya. Bersamaan dengan itu, dia berlari lewat tangga didepanku menuju lantai dua persis seperti apa yang wanita seram tadi lakukan. 

“sebenarnya... Ada apa dengan rumah ini, kenapa... sosok-sosok yang kutemui barusan selalu pergi ke lantai dua? Sepertinya... Rumah ini menyimpan sesuatu yang misteri” Gumanku dalam hati. 

Penasaranku tentang apa yang terjadi di rumah ini membuatku mencoba memberanikan diri untuk ikut melangkahkan kaki menuju ke lantai dua yang ada dirumah ini. Tapi, sebelum sempat aku beranjak, terlihat anak kecil tadi turun dari lantai dua. Kali ini dia tidak tertawa riang seperti tadi. 

“heyy.. kenapa kamu? apa yang terjadi?” tanyaku kepadanya setelah melihat wajah anak terlihat bersedih. Dia hanya diam dan menatap penuh harap kepadaku. Tapi, tatapan matanya yang sayu seolah-olah mengatakan bahwa akulah satu-satunya orang yang bisa menyelesaikan semua masalah yang telah terjadi. Setelah itu diapun pergi keluar rumah, sama seperti wanita yang tadi. 

“ aku harus melakukan apa? kenapa orang-orang asing yang kutemui ini sepertinya berharap bahwa hanya aku yang bisa mengatasi masalah ini?” Bathinku mulai resah, aku tidak tahu lagi apa yang bisa aku lakukan. Dan aku mulai cemas dengan kejadian yang akan aku hadapi nanti. 

Dari kehadiran Wanita cantik dan anak kecil tadi sampai ruangan yang ada di lantai dua, semuanya menjadi tanda tanya dikepalaku. Kemungkinan, jika aku naik kesana dan mengetahui apa yang terjadi, kemungkinan semua misteri ini bisa terpecahkan. Akhirnya, dengan perasaan yang masih ragu dan jantung berdegup kencang, aku langkahkan kakiku menuju ke lantai dua. 

πŸ‘€ πŸ‘€ πŸ‘€

Setelah melewati tangga yang menuju ke lantai dua, akhirnya sampai juga aku di kamar yang cuma satu-satunya ada di ruangan itu. 

“hmm... kayaknya... Ruangan ini kamar utama dirumah ini... perasaanku jadi tidak enak... apakah aku harus tetap memasukinya?” keraguan mengusikku tatkala suasana menjadi semakin mencekam. 

Dan, sewaktu aku pegang gagang pintu ruangan itu, ’klekk..!’ ternyata pintunya tidak terkunci, bulu kuduk semakin merinding. “dag.. dig.. dug..” suara jantung yang tidak beraturan terdengar keras di keheningan kali ini. 

Sewaktu aku dorong pintu itu.... ’krieeeeettttt....’ dan.. “Hah..!!!” Kali ini... sosok mahluk berdiri dipojok ruangan itu membuat jantungku hampir copot. Tingginya kira-kira hampir setinggi tubuhku. Hanya wajahnya kali ini lain dengan kedua makhluk yang kutemui tadi walaupun keadaan diruangan itu sangat gelap. 

“Ahhh...” hanya itu suara yang aku dengar darinya sewaktu aku melihatnya. Aku ragu... lalu kucoba lagi memantabkan hati untuk melihatnya dari dekat, tapi... 

...Kali ini yang terjadi diluar dugaan, dia kelihatan panik... Histeris... Entah marah atau malah bagaimana. Teriakan kerasnya menyayat hati. Bersamaan dengan itu, kedua tangannya diangkat keatas dan jari-jarinya terbuka lebar seolah akan melakukan sesuatu. 

Aku terkejut dengan kejadian yang tak kusangka-sangka, ketakutanku kian memuncak setelah jeritan makhluk itu kian menjadi-jadi. Ingin secepatnya berlari keluar dari tempat itu. Tapi, sewaktu akan mendekati pintu kamar itu, tiba-tiba.. aku disilaukan oleh cahaya yang sangat terang. 

Aku semakin tersentak, dan belum hilang kekagetanku akan kejadian ini, pintu yang ada dihadapanku tiba-tiba terbuka dari luar. kejadian selanjutnya benar-benar membuatku hampir pingsan!!! 

Tiga sosok bayangan tergesa-gesa menerobos masuk kamar ini. Satu wanita dan dua laki-laki itu terlihat sangat sadis. Salah satu dari makhluk itu berkepala botak, satunya berwajah dingin dan satunya lagi rambutnya dikuncir kebelakang yang menandakan dia wanita. 

Kemudian, si wanita itu berlari menuju makhluk yang histeris tadi, sedang satunya lagi dengan wajah penuh misteri dan tatapan mata yang tajam seolah hendak membunuhku. 

Aku yang ketakutan berdiri di pojok kamar tak berdaya menghadapi semua ini. Bingung dan pasrah dengan apa yang terjadi. Kemudian, terdengar suara berat keluar dari mulut makhluk yang gundul itu memecahkan keheningan yang benar-benar mencekam kali ini. 

πŸ‘» πŸ‘» πŸ‘»

 “mbak, anda sekarang aman, kami sudah menetralisir tempat ini... Sekarang coba ceritakan apa yang terjadi disini. Fenomena apakah yang anda lihat sewaktu... Anda berUji Nyali disini...” kata laki-laki itu kepada makhluk wanita yang kini agak tenang dari histerisnya tadi. 

Akupun terdiam dan tak berdaya, tubuhku seakan terikat oleh rantai besi yang membelenggu. Yang bisa aku lakukan hanyalah mendengarkan dan melihat saja apa yang sedang dilakukan oleh makhluk-makhluk itu. 

Kemudian, Wanita yang shock atas kejadian barusan itu menjawab dengan terbata-bata dikarenakan histeris yang barusan dialaminya. 

“sang.. Sangat banyak penampakan mas... Ditempat ini.. Pertama.. yang datang kesini... Sosok hantu.. Wanita ber.. Berambut panjang de.. dengan tatapan mata yang sadis, tapi... Aku tidak takut, lalu... Dia pergi dan menghilang...” katanya dengan wajah pucat. 

”Setelah hantu wanita itu pergi... saya mendengar suara anak kecil tertawa yang Tak lama kemudian.. Dibarengi penampakannya, mukanya berdarah, dan tangannya memegang pisau... tapi.. Itu juga tidak membuat saya takut... Lalu diapun juga pergi dan menghilang” lanjut wanita itu sembari meneguk air mineral. 😧

“Lalu... apa yang membuat anda melambaikan tangan dan berteriak histeris ketakutan seperti itu?” Tanya si Botak itu lagi. 

“yang.. yang.. Terakhir benar benar mengerikan mas, pertama dia menampakan diri.. Dia terlihat seperti seorang pria biasa.. Tapi.. Ahhkk!!” kata wanita itu tanpa bisa melanjutkan lagi kata-katanya. 😨

Aku yang medengarkan pembicaraan mereka mulai mereka-reka apa yang sedang nereka bicarakan. setelah entah apa yang dua rekan si botak lakukan pada wanita yang histeris tadi, pembicaraan mereka dilanjutkan lagi. 😨

“penampakan pria yang terakhir tadi membuat saya shock mas.. Karena.. Tiba-tiba wujudnya berubah... Menjadi... Menjadi... Makhluk tinggi besar... Dan... Terbungkus kain putih... Wajahnya penuh kapas dan.. Darah... dan.. Huuu... Huu” wanita itu menangis dan enggan melanjutkan kesaksiannya lagi. 😧

Kali ini perasaanku tidak enak. Ingin rasanya aku tidak mempercayai semua pembicaraan ini. Dan, tiba-tiba kepalaku menjadi pening, sesak di dada semakin menghimpit dan, rasanya... Dunia seakan mau runtuh setelah mendengar kata terakhir yang keluar dari makhluk berkepala pelontos ini. 😯

“kita hidup di dunia ini tidaklah sendirian, ada makhluk lain yang ada diantara kita. Nah pemirsa, nantikan terus acara ini di hari dan jam yang sama, tetap di Masih... Dunia Lain!!” katanya sembari menghadap ke kamera. πŸ˜ͺ

"Bagi pembaca yang juga merasa berat, kepala pusing, pundak berat dan dada terasa sesak silahkan melambaikan tangan kekamera kami, maka team kami akan segera menjemput" πŸ˜‚

Advertisement

30 Responses to "Uji Nyali Membaca Disini"

  1. Saya udah melambaikan tangan daritadi ini mas. Tapi ga juga dikasih sarapan. Lapar soalnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin sang pelayan sedang lelah πŸ˜…

      Delete
  2. untung keluar ni cerita nggak malam jumat, jin atau syetan itu selalu menggoda dan menakuti. tapi untuk takut, alhadmulilah nggak, karena siksa neraka lebih menakutkan daripada wujud mereka

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali mas..
      Kita tidak perlu takut dengan jin atau setan, sekalipun berpapasan dengan mereka, karena kita cukup mengeluarkan aji langkah seribu maka kita akan selamat..! πŸ˜‚

      Delete
  3. Hampir terperangkap tapi masih sempat mengambil langkah lebar sebelum terasa sesak dan pening

    ReplyDelete
    Replies
    1. He..he..
      Jangan sampai terperangkap mas, nanti susah keluar

      Delete
  4. manusia hidup diantara makhluk ghaib lainnya, ketakutan akan membuat mereka semalin berani
    tapi aku sih pasti cepet kabur kalau sampai ketemu mereka

    ReplyDelete
    Replies
    1. He..he..
      Jangang kabur bu maya karena bu maya kan pemberani. Keluarin aja jurus langkah seribu insya Allah sampean selamet..! πŸ˜‚

      Delete
  5. Kirain mang indra yang sedang kesurupan, ternyata acara dunia lain yang pernah saya tonton, cukup merinding bacanya.. hihi.. semoga 'segelas cendol' bisa mengobati rasa takut yang sempat membuat bulu kuduk ini berdiri... syereemmm...

    ReplyDelete
    Replies
    1. He..he..
      Waduh.. Gak' nyangka sampean bisa merinding juga πŸ˜‚

      Hemat banget cuma minum segelas cendol, bagi2 tetangga atuh πŸ˜…

      Delete
  6. diakhir cerita "silahkan melambaikan tangan kekamera kami, maka team kami akan segera menjempuT" hmmm kaya acara masih di dunia lain ya.,,,,

    terkadang cerita certia yg seperti ini perlu juga mas,,,ya,,, untuk sekedar hiburan ....daripada mbaca kasusnya pak Ahok yg nggak tuntas tuntas

    ReplyDelete
    Replies
    1. He..he..
      Betul mas, lebih baik kita tidak ikut terpengaruh dengan fenomena yang ada. Karena apa yang terjadi di negeri ini hanyalah rekayasa belaka mas..! πŸ˜‚

      Delete
  7. Saat berinteraksi dengan makhluk tak kasar mata dalam satu ruangan yang ada hanya ketegangan degdegan mas..

    Tapi saya pernah ngalamin adu pandang dgn kuntilanak yg telanjang bulat hampir satu menit trus dia hilang di sema semak ilalang saat mencari jangkrik mas.. Ini pengalaman saya paling aneh dan unik, jadi kalau ngomongin soal demit demit saya malah pengen lihat, padahal saya bukan bangsa demit lhoo

    ReplyDelete
    Replies
    1. He..he..
      Kalau mbak kunti umumnya sifatnya seperti wanita pada umumnya. Jadi, jika ingin melihat dan bertemu mbak kunti syaratnya harus berani dan ganteng, karena hobby mereka yang suka menggoda pria ganteng πŸ˜‚

      Tapi, umumnya hantu jenis ini susah ditemui jika tidak secara kebetulan atau berfrekuensi yang sama..!

      Delete
  8. Ouwh.... Jadi, ceritanya lagi kesasar di tempat syuting uji nyali toh?
    Kirain tadi lagi bertemu hantu noni belanda. πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜‚πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. He..he..
      Betul kang lagi kesasar ditempat syuting πŸ˜‚

      Delete
  9. tadinya Waktu perasaan mas indra dag dig dug, mau aku a terin lilin lho mas.? ya barang kali lilinnya habis., hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. He..he..
      Waduh..! Jangan dianterin lilin mas, nanti dicegat mbak kunti bisa repot πŸ˜…

      Delete
  10. Seram, soalnya tadi sebelum baca ini sempat nonton dua buah sinetron bertema hantu juga terus ditambah bacaan ini lengkap sudah.. hehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada lagi yang kurang mas..!
      Pasti belum ngopi kan he..he πŸ˜‚

      Delete
  11. Hehehe, saya sudah melambai ke kamera, mas Bim, bahkan sering kali tapi ketika sesak itu hilang sejenak tapi terasa lagi ketika berpaling dari kamera :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh..
      Jangan deket2 kamera mbak, soalnya kebanyakan setan zaman sekarang hobby selfie πŸ˜‚

      Delete
  12. mas,, mas... *sambil lambaikan tangan ke kamera* #nyerahhh.... hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh..!
      Belum ada 5 menit sudah nyerah, sayang loh hadiah 2 juta rupiahnya πŸ˜‚

      Delete
  13. kalau saya suatu saat bisa ikutan uji nyali, saya bakalan ajakin maen catur kalau hantunya cuman sendirian mah, tapi kalau bertiga hantunya yang dateng, pasti tak ajakin maen gaple, coretan muka pake spidol permanen.
    kalau yang datengnya hantu cewe, langsung tak ajakin bobosiang deh....#ehh

    ReplyDelete
    Replies
    1. He..he..
      Aamiin..
      Semoga doa mang diijabah πŸ˜‚

      Delete
  14. Untungnya saya bacanya pagi.. Ngak mendapatkan energi sosok astral sama sekalii.. Tapi melambaikN tangan kekamera boleh jugalah.. Siapa tahu dapat rezeki pagi.. Jebule nyasar di ujinl nyali annjirrrr😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. He..he..
      Aamiin..
      Siap2 ditunggu rezekinya ya, jangan lupa bagi2 tetangga ok πŸ˜‚

      Delete
  15. saya sama dengan Mas Junaidi,saya juga membaca artikelnya di pagi hari menjelang siang,tapi meski demikian saya tetap terbawa suasana ketika membaca ceritanya,ceritanya seram dan membuat deg degan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. He..he..
      Rupanya banyak juga yang takut dengan cerita seram ya, apalagi menyaksikannya secara live.. πŸ˜‚

      Delete

Komentar yang masuk akan dimoderasi :
1. Jangan menyertakan link aktif
2. Berkomentarlah dengan cerdas!