Skip to main content

Hikmah Ramadhan 4 Don't Be A Provocator

Provokator adalah sebuah aktor dibalik layar yang membuat situasi menjadi tidak terkendali. Biasanya provokator muncul pada saat-saat aksi demo yang awalnya damai lantas menjadi ribut dan tidak terkendali.

Provokator Puasa

Provokator memang sangat populer pada akhir-akhir ini. Kemungkinan adalah karena bayaran yang cukup lumayan menjadi seorang provokator.

Lemahnya iman si doi menjadi faktor utama manusia hingga akhirnya mudah dirayu oleh para pemegang uang dan kekuasaan. Aksi provokasi sangat tidak dibenarkan dalam aturan agama maupun bernegara. So don't try this at home, ok !

Well, sebagaimana sebuah kehidupan berlangsung ada sisi baik dan ada sisi jahat. Keduanya merupakan sebuah sunatullah yang tidak bisa dihilangkan dari muka bumi ini.

By the way, ketimbang kita sibuk memikirkan provokator, ada baiknya anda membaca kisah dibawah ini sebagai sebuah bumbu kehidupan yang bervariasi.

• • • • • •

Di Padepokan Kuburan Keramat Jaya, berkumpulah para Mahluk Astral mengikuti wejangan dari guru besar mereka yaitu, Prof.Drs.Abah Junaidi. (Pocong santun damai di Hati) , beliau adalah guru besar yang bukan saja menjadi panutan para Pocong saja, melainkan juga para Dhemit-dhemit lainnya, bahkan Dhemit dari luar negeri sekalipun menaruh hormat kepada beliau. 

Suatu saat, Asnawi Pocong keren dan gaul abis, murid kesayangannya bertanya kepadanya, “Mbah.. beberapa golongan dari Pocong-pocong yang tersebar di bumi ini, mana yang akan masuk syurga... Golongan A, B, atau C ?” 😪

Setelah bepikir cukup lama, si Guru pun menjawab, “Tak ada satupun dari golongan itu yang masuk syurga”, katanya santai sembari mengelus jenggot panjangnya..! 😅

“Jadi, siapa dong Mbah...?” Mr Jaeylangkung , murid yang lainnya ikutan bertanya sembari garuk-garuk kepala, tanda sok bingung..? 😫

“Golongan ‘PELAWAK‘...!!” jawabnya sambil meringis 😅

"pelawak...? Kenapa bisa begitu mbah?” Kim Vam Piir , Dhemit Interlokal yang tak mau ketinggalan suasana bingung?

“Karena syurga diciptakan untuk golongan yang menciptakan surga bagi Dhemit lain, membahagiakan dan toleransi kepada yang lain”, urai guru besar tersebut sambil menatap jauh kedepan..! 😪

“Oh begitu ....”, gumam semua murid-muridnya dengan kompak yang entah mengerti atau malah tambah bingung. 😰

• • • • • •

He..he.., dari cuplikan sinetron diatas maksudnya adalah, kita sebagai sesama manusia seharusnya menghargai, saling tenggang rasa, dan tolong menolong walaupun sekedar menghibur, bagi saudara kita yang tertimpa musibah. Janganlah saling mencaci atau menghujat, bahkan saling merendahkan, apalagi sesama muslim. 

Dari Sahabat Ibnu Mas’ud ra berkata, bahwa : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ، ٌﻕﻮُﺴُﻓ ِﻢِﻠْﺴُﻤْﻟﺍ ُﺏﺎَﺒِﺳ ٌﺮْﻔُﻛ ُﻪُﻟﺎَﺘِﻗَﻭ  “Mencela seorang muslim adalah kefasikan, dan membunuhnya kekufuran.”(HR Bukhari-Muslim) 

Nah, bukankah sebagai seorang muslim seharusnya kita berusaha untuk mengerti, memahami, serta mengamalkan ‘Ukhuwah Islamiyah” yang benar sesuai dengan Al-Quran dan Hadits. Jikalau merasa yang paling benar, tidak sepatutnya anda menghina atau menyalahkan bahkan mengejek saudara muslim lainnya. Seandainya salah satu dari saudara kita memang khilaf, berilah pemahaman yang baik dan sopan. Mungkin, dengan begitu dia bisa menerima dengan lapang dada. Jika niat anda baik, tidak mungkin mendapat balasan yang tidak baik pula, right ??? 

“Innamal a’malu binniyati wa innama likul-limriyin ma nawa” 

By the way, mungkin kita pernah melihat pertikaian antar 2 orang atau kelompok, jika kita mengetahui cerita awal dari permusuhan tersebut, whatever U are.lah.. mau dukung yang mana, tapi jika kita ngertinya hanya dari kabar burung, Jare atau sepihak, seharusnya kita menyikapinya dengan bijak, jangan menambah keruh suasana. Dalam situasi seperti ini kita lebih baik diam, karena diam adalah Menyan he..he.. 😂

Nah, Mbah bro sekalian... Don't Be A Provokator yang bisa menyebabkan permasalahan menjadi semakin mbulet bin jlimet, biarkan yang bermasalah menyelesaikan urusannya sendiri, gak usah melu-melu apalagi sok kementhus, lebih baik simpan energy untuk kegiatan yang lebih baik, kenapa harus buang-buang tenaga jika hasilnya menambah pundi-pundi tabungan akherat kita dengan amalan yang tidak baik. 😥

Gunakanlah keahlianmu walau sebatas menulis untuk menghibur saudara kita yang terkena musibah, Insya Alloh lebih barokah daripada ber-Ghibah-ria. Mumpung saat ini masih dalam bulan ramadhan, maka perbanyaklah amal kebaikan sebagai sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Kholiq.

Wa akhiru kalam saya ucapkan Arigatho Gozaimasta atas perhatiannya, Salam Gentayangan..! 👻

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar