Membangun Musik Tradisional

Musik bisa dikatakan sebagai sebuah bahasa pemersatu. Tidak peduli musik itu tercipta baik dari pelosok atau kota, karena yang terpenting adalah suara yang dihasilkannya bisa menjadi pengobat rasa jenuh atau malah sebaliknya.


Hidup tanpa musik akan terlihat monoton dan kurang enjoy. Hidup kita akan terlihat kaku dan kurang luwes, karena suara musik bisa membawa dampak yang positif bagi kehidupan manusia.

Well, tidak bisa di pungkiri bahwa musik sudah lebih dulu tercipta di surga, lebih tepatnya ketika peristiwa Adam yang sedang di goda oleh Iblis menggunakan suara alunan musik petik yang membuat Adam terhanyut.

Mungkin menurut anda musik tercipta dan lahir di negeri orang-orang barat, jika anda berpikir seperti itu maka anda akan kecele. Sekali lagi, silahkan anda teliti apakah negeri kita ini tidak memiliki alat musik tradisional yang membuat suara musiknya sedikit berbeda dan unik.

Nenek moyang kita mewarisi berbagai alat musik tradisional bagi penduduk negeri ini secara turun-temurun. Hanya saja, kita sebagai penduduk negeri ini kurang menghargai jerih payah nenek moyang dan malah menyingkirkan alat musik tradisional karena terlihat kurang keren, sangat miris sekali.

Advertisement
• • • • • •

By the way, mari jadikan musik Indonesia go internasional. Kalimat itu terdengar aneh dan lucu ditengah kebisingan musik barat kok malah bilang go internasional. Apanya yang International orang kita sendiri memainkan musik barat. Mereka mengidentifikasikan musiknya bukan sebagai musik negeri ini, tapi (sekali lagi) musik barat sehingga kalimat ajakan untuk meng-go internasional kan musik negeri ini sepertinya hanya cocok diucapkan dalam mimpi.

Lantas Siapa yang salah tak ada yang salah. Musik kita tetap begini karena kita selalu di  dicekoki musik musik barat, sehingga kita lupa bahwa kita di negeri ini pun begitu banyak musik yang bisa digali. Dan para musisi yang tak bisa disalahkan mereka terpaksa memainkan musik sesuai dengan selera pasar agar musiknya dapat diterima. Walhasil untuk meng-go internasional kan musik negeri ini memang begitu Kompleks. Di satu sisi berbenturan pada bisnis merebut selera konsumen dan di sisi lain Konsumen juga terlanjur terbiasa mendengar musik barat. Sehingga dari zaman Bapak mu sampai saat ini musik negeri Indonesia begitu begitu saja. Tidak ada perkembangan hanya jalan di tempat.

Karena itu jangan bermimpi musik negeri ini akan mendapat tempat di musik internasional kalau pada pagelaran musik budaya yang hadir hanya orang orang tua seorang musisi yang namanya minta dirahasiakan karena takut dianggap Saat Kau pernah berkata, "Silahkan pelajari gitar sampai kulit jarimu terkupas dan Mahir, tapi jangan harap mereka (musisi luar) akan melirik. Karena disana begitu banyak musisi yang tingkat skill dan penjiwaannya jauh di atas kita. Yang terpenting bukan bagaimana Mahir nya kita Memainkan gitar, tapi bagaimana menjadikan gitar itu memiliki kekuatan untuk dilirik oleh mereka."

Kekuatan musik, ya itulah yang kita butuhkan untuk go internasional. Dan kekuatan musik itu cuma ada di musik-musik etnik. Karena musik itulah identitas dan budaya kita. Jangan dibilang musik etnik itu kuno Rock, pop, Jazz, Blues, itu sudah ada sebelum kamu dan Bapakmu lahir tapi Kenapa tidak disebut kuno? Karena yang kuno itu bukan musiknya, tapi kitalah yang menjadikan musik itu terasa kuno dan ketinggalan zaman.

Lantas kalau musik-musik etnik terus di sisihkan dan menjadi 'gelandang' di negerinya sendiri, betapa bodohnya kita. Karena musik-musik tradisional sudah banyak dimainkan dibeberapa kafe di Bali. ada beberapa cafe yang menyajikan musik pop 45 dan ada 1 kafe Yang menyajikan musik khas tradisional Bali. Dan tahu tidak sebagian besar bule-bule itu lebih tertarik dengan sajian musik tradisional karena lebih unik terdengar di telinga mereka.

Karena musik tradisional itu nadanya-nadanya masih asing dam membuat para bule tertarik dan penasaran. Karena itu, selama musik etnik negeri masih 'sepi' dan hanya diminati oleh orang-orang tua, Jangan harap musik kita akan go international. Tak ada salahnya mempelajari memainkan dan menggemari musik barat tapi jangan melupakan musik tradisional kita sendiri.

Karena kalau bukan kita yang membangun dan menciptakan musik itu agar berkembang, maka siapa lagi..! Ayo bangun musik tradisional kita dan jadikan sebagai identitas di negeri ini.

Advertisement

5 Responses to "Membangun Musik Tradisional"

  1. Tak dapat dipungkiri lagi bahwa musik adalah salah satu teman hidup yang bikin enjoy yang hampir setiap orang dapatkan.

    Namun untuk membawa musik Indonesia ke seluruh pelosok dunia perlu perjuangan.

    Seperti sebuah perjuangan mendapatkan tempat di hati mbak Lisa... Hahaha.

    Selamat pagi mas admin, sudahkah minum jus apel hari ini? Upss.. Kopi maksud saya. 🏃🏃🏃🏃

    ReplyDelete
  2. Bermusik sepi penonton dan yang nonton generasi tua. Ya memang seperti itu sekarang jamannya. Musik bernada dan berirama kebaratan dianggap paling modern. Ah keroncong, tua dan tua..
    ...kurang mengigit.

    ReplyDelete
  3. Coba cari solusi dong mang supaya musik tradisional kita tuh bisa eksis kembali, buat pembaruan yang fenomenal dan sedikit berbeda supaya bisa tampil lain dari biasanya...

    ReplyDelete
  4. agak prihatin dengan musik tradisional saat ini, eksistensinya tergerus dengan aliran musik lainnya..

    ReplyDelete
  5. memang peradapan kemajuan teknologi sekarang ini mampu mengalihkan segi gaya hidup banyak orang, tak heran jika musik pribumi yang penuh dengan makna dan edukasi ini perlahan mulai tenggelam

    ReplyDelete

Komentar yang masuk akan dimoderasi :
1. Jangan menyertakan link aktif
2. Berkomentarlah dengan cerdas!