Dhemit Zaman Now

Aktifitas ngopi mungkin masih banyak yang belum mengetahui manfaatnya. Sebagian orang hanya tahu efek samping dari ngopi, padahal kopi jika dikonsumsi sesuai aturan akan pula bermanfaat.

Penggemar kopi bukan saja dari negeri kita maupun negeri luar, melainkan penduduk negeri astral juga menyukai minuman yang satu ini. Makanya tak asing, kopi sering kita lihat dalam praktek perdukunan sebagai salah satu minuman yang disajikan.


Efek dari minum kopi memang terbukti bisa membuat siapa pun menjadi lebih rileks. Tak peduli anda banyak hutang, tak peduli masalah yang sedang menumpuk, atau pun sedang ruwet karena memiliki 9 istri. 😰

Nah, kopi bisa menjadi solusi bagi siapa pun. Dan ketika anda membaca artikel ini pun disarankan sambil menikmati secangkir kopi, agar susunan saraf anda menjadi lebih rileks dan otak anda lebih cling..!! 😂

Advertisement
• • • • • •

By the way, mungkin belum banyak diantara kita yang mendengar cerita tentang Hantu / Dhemit yang Emosi / marah karena tersinggung ketika manusia berteriak ketakutan setelah melihat mereka. Karena, dalam dunia Mahluk Astral mahluk yang paling super menakutkan bagi mereka adalah si Manusia itu sendiri. Nah, ini ada beberapa contoh kisah seperti itu dalam sinetron yang pernah di tayangkan di televisi swasta, langsung aja kita ke TKP ya bro..!

Waktu itu pas tengah malam ada Pencuri Hp pulang dari dinas malam lewat tengah kuburan, tanpa sepengetahuannya ada sosok perempuan cantik tengah duduk manis diranting pohon melihat gerak-geriknya. pas si pencuri tadi lewat didepannya dia pun menyapa, 

“dapat berapa Hp hari ini mas...?” 😂 katanya ramah sewaktu pencuri tadi melihat suara yang menyapanya, dia pun kaget dan berteriak, “kuntilanaaaakkkk....!!” sambil lari tunggang langgang, 😨

“wew... Dari pada elo... Mencuri saja bisanya!!” sambil mengeluarkan gerakan silat meluapkan emosi. 😤

Atau, cerita sewaktu ada penjual sekoteng dihampiri oleh laki-laki berjubah putih, “bang... Sekotengnya 1 bungkus!!” berkata dingin, “bungkus bang?” kata si penjual ragu, “Iya... Gak pake lama ya bang!!” balasnya tanpa ekspresi, “Baik bang...” kata si penjual tadi. Setelah sekoteng tersebut diberikan, laki-laki tadi membayar dengan menghadap si penjual sekoteng. 

Nah, ketika si penjual menerima uang tersebut yang ternyata berupa tanah, dia pun protes, “ini tanah bang... Ini tidak.. Ha?!...pocoooong!!” teriaknya tanpa meneruskan kalimatnya sambil lari ketakutan setelah melihat pembeli tadi ternyata Pocong. 💨

“Pocong juga lo... Masih untung gw kasih duit, daripada gw isep embun-embunan lo!!” hantu itupun balas teriak tak mau kalah. 😪

Dan satu lagi cerita tentang si Tuyul yang sewaktu mau nyolong duit salah satu penduduk kampung juragan tanah dan ketahuan sama si pemiliknya. dengan agak ketakutan, pemilik rumah tersebut berteriak, “woyy!! kampret lo... Dasar Dhemit kerdil, mana uangku yang lo curi!?” 😤 

“Kampret juga lo... Dasar Dhemit lintah darat inikan uang masyarakat yang juga lo isep!?” katanya ngeyel. 😪

• • • • • • 

Dari cuplikan sinetron diatas jika kita disuruh menunjuk yang mana saja Hantunya, tentu dengan sangat kompak kita akan menjawab pertanyaan tersebut tanpa berpikir lama, he..he.. 😂

Tapi, sebelum menjawab pertanyaan tadi, Mari kita bedah Buku Terlaris tahun ini yang memuat ensiklopedia tentang H A N T U !! 

Hantu sebenarnya adalah kata yang dikonotasikan dengan sesuatu objek mistis yang berada diluar kekuatan manusia dan sangat seram bentuknya. Sebut saja beberapa nama semisal pemeran dalam lakon diatas yaitu: Kuntilanak, Pocong, dan Tuyul.

Nah, dari namanya saja terkadang kita merasa ngeri bila mendengarnya, apalagi berpapasan dengan makhluk-makhluk tersebut. Pola pikir seperti inilah yang sebenarnya melemahkan manusia secara mental dan pada akhirnya mendarah daging hingga ke anak cucu kita seolah-olah hantu itu menjadi obyek yang patut ditakuti. 😪

Hantu bagi beberapa orang juga disebut “Setan”, hal ini makin di jerumuskan dengan banyaknya media-media yang mengaburkan secara eksklusif definisi dari Setan / Syaitan. Jika anda takut dengan setan itu adalah hal wajar karena setan lebih di orientasikan dengan sifat / perilaku / perbuatan. 

Pada Q.S. an-Nas sudah dijelaskan, arti dari Kalamullah tersebut bermakna bahwa setan adalah representasi dari perilaku manusia / jin yang membisikkan kejahatan kepada manusia. Dengan kata lain, setan bisa jadi adalah diri kita sendiri tatkala kita berperilaku jahat / sesat. Jadi jelaslah bahwa hantu dan setan adalah hal yang berbeda. 

Setelah kita sudah tahu apa itu setan, sekarang kita fokus kepada kata “Hantu”. Hantu memang merupakan penjelmaan dari Jin dan turunannya yang mencoba menakut-nakuti manusia. Misi utama mereka sebenarnya memang untuk mengerdilkan hati kita yang sejatinya kitalah yang lebih tinggi daripada mereka, dengan kita takut kepada mereka, secara tidak langsung kita menjadi rendah dari mereka karena yang kita takuti sebenarnya hanyalah kepada-NYA. 

And then... apa hubungannya penjelasan panjang lebar ini dengan cerita Dhemit-dhemit yang tersinggung bila di teriaki manusia dengan sebutan Setan seperti sinetron yang ada diatas? 

Well, kemungkinan para Dhemit jaman now lebih cerdas IQ, EQ dan SQ.nya, lebih paham akan Information and Technology. Jadi, apapun berita tentang sepak terjang manusia di dunia seperti Pembunuhan, Pemerkosaan, Perampokan bahkan Korupsi, mereka sudah menyimak semuanya. 😪

Dan, berkat berita / info seperti inilah mereka pun jadi sensitif jika ada golongan manusia yang meneriaki mereka setan. karena, mereka pikir di dunia mereka belum pernah terdengar berita tentang Pocong memperkosa Kuntilanak, Jerangkong selingkuh dengan Suster Ngesot, Tuyul Nyopet Genderuwo, Wewe Gombel mati dianiaya Sundel Bolong, dan sebagainya. So, who's the real Setan? 😪

Anyway, bagi yang sudah terlanjur DhemitPhobia, mulailah mengurangi rasa takut anda pada hal-hal semacam itu. Coz, dengan ketakutan anda yang tidak karuan bisa-bisa mengganggu aktifitas keseharian anda, serta yang paling penting adalah juga dapat mengurangi kesempurnaan “TAUHID” anda kepada Sang Pencipta.

Jika alasan anda hanya untuk kewaspadaan, Manusialah yang patut di waspadai!! Karena, dari merekalah segala macam bentuk kejahatan berasal. 

Dan menurut isu yang terupdate, akhir-akhir ini mereka para makhluk astral telah menguasai 99% saham pada coin-coin pokecong cyber seperti : bitcoin, litecoin, dogecoin, ethereum, waves, Xrp dan lain sebagainya. Lalu sampai kapan manusia pingin maju, jika masalah dalam dirinya saja tidak selesai sampai hari ini. 😰

Advertisement

31 Responses to "Dhemit Zaman Now"

  1. Serius bacanya sampai sampai lupa apa yang ku baca, tapi setelah membaca akhir dari post ini, saya jadi tersenyum simpul, memang betul sekarang sebagaian makluk astra pada menyukai coin-coin pokecong cyber konon kabarnya coin -coin itu terasa legit, sehingga pada lupa padepokannya 🤣🤣

    ReplyDelete
    Replies
    1. He..he..
      Sekarang para dhemit hoby main coin2 pokecong

      Delete
  2. hahaha.. bitcoin lebih mengalihkan memang,,

    dhemitphobia, keren banget istilahnya mas indra :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. He..he..
      Biar bangsa manusia lebih cerdas..

      Delete
  3. Dhemit jaman now mah ngga usah pusing untuk menebak nya...cukup lihat poto profil admin...nah itu dia contoh dhemit

    ReplyDelete
    Replies
    1. He..he..
      Sesama dhemit dilarang menunjuk ya..😂

      Delete
  4. Dhemit yang sebenarnya adalah hawa nafsu kita sendiri
    yang harus di takuti dan di lawan
    rasa rakus akan kekuasaan, ketenaran

    ReplyDelete
  5. Asik ni minum kopi pagi-pagi kek gini. Btw, gue baru tau istilah Dhemit.. haahha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nanti saya bilang sama dhemitnya, biar mampir ke rumah mas mirwan..

      Delete
  6. efek minum kopi memang tidak diragukan lagi, tapi sesuatu yang berlebihan cukup mengkhawatirkan karena bisa menimbulkan efek buruk bagi kesehatan dan mengganggu jernihnya pola pikir terutan kelompok dhemit zaman now

    ReplyDelete
  7. Wealah kenapa ini dedemit pintar sekali diplomasinya. Manusia sampai tidak bisa menjawabnya bahkan dibuat ketakutan segala.
    Eh ngomong-ngomong itu bitcoin, sungguh luar biasa. satu bitcoin nilanya 14 juta rupiah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dhemit sekarang lenih cerdas kang,,

      Bitcoin sekarang 240 juta..

      Delete
    2. wah sudah segede itu sekarang ,sungguh luar biasa.

      Delete
  8. minum kopi juga bisa bikin deg2an lho mas. tapi terkadag minim kopi bisa nambah hasrat juga katanya ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas,,
      Apalagi minum kopi di warung trus gak punya uang buat bayar, makin degdegan lagi mas.. 😂

      Delete
  9. Yah, bangsaku selalu menjadi topik pembicaraan di blog ini. 😂😂😂
    Memang, bangsa dhemit sekarang sudah tak lagi menggunakan daun untuk membeli sate. Tetapi dhemit jaman now sudah menggunakan uang virtual untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul kang, bangsa kita jangan sampai kalah loh dengan para dhemit..

      Delete
  10. pake kopi terus dikasih rokok gudang garam merah ntah kenapa harus gitu wkwkwkkwkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wew, kalau begitu nanti yang dateng dhemit aki2 😂

      Delete
  11. Dhemit zaman sekarang emang makin kekinian, kalau dulu suguhannya kopi hitam sekarang ganti jadi white coffee wkwkwk

    ReplyDelete
  12. Demit posting demit...mungkin bedanya ada nownya..😱😱😳😳😳

    Malah rencana bakal ada demit kopdar zaman now..😄😄😄🏃🏽🏃🏽🏃🏽🏃🏽🏃🏽

    ReplyDelete
  13. Bicara dhemit, kenapa adminnya jadi. Menghilang? Jangan-jangan…

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasa mang lagi sibuk bertapa di gunung..😂

      Delete
  14. Hallo, apa kabar Mas Indra?
    Ini sepertinya tahun ini belum ada post baru nih?
    Kemana ya adminnya? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo juga mas Andi, kebetulan 2 bulan ini sibuk banget, jadi belum sempat posting..

      Delete
  15. Dhemitnya lagi minum kopi sambil bisnis bitcoin.
    Sungguh dhemit kekinian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah loh,.. jangan kalah sama dhemit ya..😂

      Delete

Komentar yang masuk akan dimoderasi :
1. Jangan menyertakan link aktif
2. Berkomentarlah dengan cerdas!