Melewati Batas Dunia

Cahaya bulan begitu terang tadi malam, menerobos setiap sudut gelap yang ada dipermukaan bumi. Yang terdengar hanya beberapa suara lantunan ayat-ayat suci yang dibaca oleh sebagian yang mungkin sedang menghatamkan Al-quran.

Angin yang bertiup dengan perlahan, menerobos wajah-wajah yang sedang khusyuk melakukan tadabur alam. Wajahnya begitu tenang seolah-olah mereka tak peduli akan bahaya di sekelilingnya.


Satria yang secara kebetulan melintas dan melihat dari dimensi yang berbeda, terhubung secara tidak sengaja melihat wajah-wajah dari hamba Allah yang sedang khusyuk dalam Dzikirnya. Begitu bercahayanya wajah tersebut hingga sulit untuk lupakan.

Sesekali Satria melihat sayap-sayap besar seperti burung besar melintas di atas pandanganya. Entah makhluk apa itu..? Karena perwujudannya hanya sebatas cahaya yang memiliki sayap, mirip seperti di film animasi.

Kabut tipis secara perlahan mengelilingi pandangannya, di ikuti datangnya cahaya sebesar bola pingpong yang semakin lama semakin membesar. Dan Satria pun terseret masuk kedalam cahaya tersebut..!

"Dimana ini..?", tanya Satria dalam hati..! 😰

Karena yang Dia lihat hanyalah padang pasir tandus tanpa adanya tanaman..!

Beberapa saat kemudian datanglah seseorang dengan gagahnya berpakaian perang mengendarai kuda hitam dan menyapa padanya, silahkan ikut dengan saya Anda sudah ditunggu..! 😱

Mendengar perkataan pemuda misterius itu pun membuat Satria kaget dan penuh tanda tanya..!? 😰

"Apa yang sebenarnya terjadi dan dimanakah Aku..?" 😭

Karena bingung bercampur penasaran Satria pun mengikuti pemuda tersebut. Dan sampailah kami pada sebuah bibir pantai. Lantas pemuda itu pun mengeluarkan sebuah simbol khusus dan memperlihatkannya kearah laut.

Dengan perlahan muncullah sebuah pintu gerbang raksasa seperti di kerajaan dan di ikuti 2 sosok makhluk penjaga pintu gerbang tersebut. Lalu pemuda itu pun mengajak Satria masuk melintasi gerbang tersebut.

Wow, sungguh diluar dugaan, lantainya terbuat dari permata warna-warni dan tembok-tembok gedung pun terbuat dari permata, tiangnya terbuat dari emas dan di dalamnya terdapat kebun yang luas dipenuhi buah-buahan yang tidak Dia kenal.

Belum selesai rasa penasarannya, datanglah beberapa sosok wanita bergaun sutera dan memakai cadar tipis diwajahnya hingga kecantikan wajah dan kemolekan tubuhnya dapat terlihat dengan jelas. Apakah ini para bidadari guman Satria dalam hati..!

Tiba-tiba dari arah belakang ada yang mengucapkan salam,

"Assalamu alaika ya ibadallah..?"

Lalu Satria pun membalasnya,

"Walaikum salam, ya ibadallah..!"

Melihat dari cara Makhluk ini mengucapkan salam, sangatlah jelas bukan makhluk sembarangan. Dan hal ini tambah membuat Satria makin penasaran, apa yang sebenarnya terjadi..?! 😰

Tubuhnya yang kekar, memakai mahkota di kepala, memakai baju kebesaran seperti raja dan memiliki beberapa tanduk di kepala, sudah bisa dipastikan bahwa ini adalah bangsa jin. Bangsa yang lebih dahulu tercipta ketimbang manusia.

"Jangan takut saudaraku, Aku tidak akan mencelakakan mu, tujuanku mengundang mu pasti ada hikmah tersendiri yang tidak boleh Aku jelaskan..!", papar makhluk tersebut..!

"Aku sering memperhatikan mu dari sini, dan ketimbang penasaran, alangkah lebih baik Aku mengundang Anda untuk memperkenalkan diri dan menjalin silaturahim sesama muslim", tegas makhluk tersebut.

"Aku dari bangsa jin Ifrit yang telah memeluk Islam, sebagaimana yang harus Anda ketahui bahwa ada 8 golongan dari bangsa kami, 4 golongan yang memeluk islam dan 4 golongan yang kafir..!", papar makhluk tersebut.

Tak beberapa lama datanglah permaisuri Raja jin tersebut dan beberapa dayang-dayang yang sangat cantik jelita. Satria yang melihatnya kecantikannya tersebut tak mampu untuk dapat mengedipkan mata barang sesaat.

Karena terus memperhatikan Permaisuri dan dayang-dayangnya tersebut, akhirnya mendekatlah salah satu dayang tersebut dan berbisik mesra ditelinga sebelah kanan Satria..?? 😅

"Woooooooyyyy... Banguuuun..!!!"

"Udeh mau imsak masih ngorok aje bang, teriak Nyonya Satria setelah selesai mencuci piring..!"

Advertisement

6 Responses to "Melewati Batas Dunia"

  1. Hehe.. serius baca ternyata Satria mimpi, dan untungnya nggak dapat jewer sama nyonya

    ReplyDelete
  2. Ooohhh!! Itu mungkin efeck lebaran nggak mudik kanjeng...😜😜😛

    ReplyDelete
  3. Replies
    1. waduh,, ?!
      saya dikira wanita..he..he..

      Delete

Komentar yang masuk akan dimoderasi :
1. Jangan menyertakan link aktif
2. Berkomentarlah dengan cerdas!