Skip to main content

Melewati Zaman Hoax

Selamat datang di zaman hoax, sebuah zaman dimana kebenaran dan kesalahan sulit untuk dibedakan. Karena keduanya memiliki versi kebenarannya masing-masing, hingga sulit untuk dibedakan bagi kaum awam yang minim informasi.

Kedatangan zaman hoax bukanlah tanpa sebuah alasan, melainkan menjadi sebuah pelajaran penting bagi catatan sejarah kehidupan manusia. Zaman ini menjadikan rasa saling curiga begitu besar, perpecahan antara manusia yang satu dengan yang lainnya begitu mudah.


Tali persaudaraan antara sesama manusia sedang di uji, apakah tali ini sangat kuat atau akan putus dan menimbulkan perang saudara, seperti yang terjadi pada era perang Baratayudha. Saya berharap semoga tidak terjadi, dan yang Maha Kuasa memberikan opsi yang lebih lunak.

Saat ini kondisi pikiran begitu panas, hingga berpengaruh pada alam sekitar. Saya berharap semoga situasi ini cepat reda, apalagi saat ini kita mendekati bulan suci Ramadhan. Sebuah bulan yang didalamnya penuh Rahmat, ampunan dan keberkahan. Semoga energi dari bulan suci ini bisa meredam berbagai rasa negatif yang sudah menjadi benang kusut dalam pikiran setiap manusia.

Semoga energi Rahmat Allah bisa membukakan pintu-pintu maaf bagi manusia yang sudah terlanjur jauh menerobos kegelapan demi mencapai sebuah tujuan yang melenceng dari sunatullah. Saya yakin zaman ini pasti akan reda, seperti badai yang datang dimalam hari, dan saat kita bangun pagi, cahaya matahari begitu indah dan sejuk menerpa wajah-wajah pencari Ilahi.

By the way, ada banyak pelajaran penting yang bisa kita petik dari zaman hoax ini, yaitu apabila datang sebuah berita kepada kita, tanpa kita tahu kebenarannya maka langkah terbaik adalah Anda mengolahnya terlebih dahulu dalam hati dan pikiran, dan setelah itu barulah memutuskan mana yang lebih bijaksana. Tempatkan lah keputusan Anda pada tempat yang bijaksana sesuai dengan nurani dan sunatullah.

Ini memang zaman penyaringan, dimana sebuah mutiara yang jatuh kedalam tong sampah. Saat Anda menemukan mutiara dalam tong sampah, maka Anda akan berkata bahwa ini adalah mutiara. Tapi, jangan marah bahwa akan ada dari sebagai yang lain berkata bahwa itu adalah sampah. Dan saat ini semua sudut pandang terserah pada Anda, apakah Anda menemukan mutiara atau kah menemukan tong sampah..?

Lolos atau tidaknya Anda pada zaman penyaringan ini akan berdampak pada kehidupan Anda di masa depan. Perlu di ingat bahwa jika ingin lulus, Anda harus melewati ujian ini, mengisinya dengan baik dan bijak. Isilah dengan kepala dingin, dan bukan dengan berteriak sambil mengeluarkan urat leher.

Just remember this, Anda adalah manusia, bukan hewan, tumbuhan maupun makhluk-makhluk yang hobinya bergentayangan saat matahari terbenam. Jadi, gunakan akal dan nurani Anda, karena kedua adalah sarana yang di anugerahkan Tuhan kepada Anda. Jadilah Anda manusia yang memanusiakan manusia..!

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar