Skip to main content

Hakikat Ucapan Subhanallah

Mengucap sesuatu pasti memiliki arti maupun makna yang terdapat, sampai kita melakukan hal tersebut. Artinya harus ada alasan yang kuat, hingga kita berucap kata tersebut (subhanallah).

Dalam kamus bahasa Arab-Indonesia arti dari subhanallah adalah Maha Suci Allah. Selama ini kita hanya tahu artinya tersebut, akan tetapi kita belum mengetahui esensi dari pengucapan kata "Subhanallah" tersebut.


Mungkin selama ini kita hanya mengetahui kata Subhanallah sebagai salah satu rangkaian wirid atau dzikir harian. Itu pun dilakukan hanya sebagai orang yang rela meluangkan waktunya untuk memperoleh kedekatan dengan Sang Pencipta Alam Semesta.

By the way, apakah selama ini Anda tidak berpikir atau malas berpikir bahwa kata "Subhanallah" memiliki kandungan makna yang jika di ucapkan bisa membuat hati Anda tersentuh, atau bulu kuduk Anda merinding, atau bisa membuat Anda meneteskan air mata.

Sensasi-sensasi tersebut mungkin belum pernah Anda alami, atau mungkin pikiran Anda belum terpikirkan kearah tersebut. Selama ini mungkin Anda hanya mengucapkan hal tersebut hanya sebatas di bibir tanpa meresap kedalam hati.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa kehadiran hati diperlukan dalam hal beribadah. Karena "ia yang bisa menghadirkan hatinya dalam hal ibadah maka sesungguhnya ia terhubung dengan Sang Pencipta".

Jika kita mengucapkan Subhanallah, subhanallah, subhanallah.. tanpa tersentuh hatinya maka tidak ada bedanya kita mengucapkan A, B, C, semuanya terasa hampa dan kosong.

Sejujurnya saya pun mengalami hal demikian, akan tetapi lambat laun pola pikir kita terus berkembang untuk menemukan kedalaman makna dari apa yang selama ini kita ucapkan. Bukan hanya sekedar tahu arti, makna melainkan kita juga harus memiliki alasan yang kuat atas apa yang keluar dari ucapan kita.

Setiap individu akan menemukan rumusnya yang berbeda-beda dan jalan pencerahan yang berbeda pula. Dan satu jalan yang saya temukan bahwa mengucapkan kata "Subhanallah" bisa Anda rasakan lebih meresap kedalam hati saat mata Anda terbuka melihat Keindahan matahari terbit dari puncak gunung, dan Anda mengalaminya sendiri momen tersebut.

Saat Anda mengalami sendiri momen tersebut dengan mata kepala Anda, sebuah keindahan Yang Maha Sempurna, maka secara tidak sadar hati Anda akan berdegup kagum, maka spontan Anda akan berucap "subhanallah".

Jadi, kunci utama dari itu semua adalah, Anda harus menyaksikan dan mengalaminya sendiri. Barulah makna terdalam dari kata Subhanallah akan lebih berbobot.

Newest Post
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar