Skip to main content

Krisis Kejujuran

Well, berbicara tentang kejujuran mungkin tidak penting bagi Anda yang memiliki sejuta trik dan ilmu untuk membohongi diri sendiri maupun orang lain. Tapi, ada baiknya Anda meresapi kembali bahwa fitrah lahirnya seorang manusia berawal dari kejujuran.

Banyak cara dan trik di luar sana yang bisa membuat mata Anda dibohongi, pikiran Anda di kuasai dan hati Anda dikendalikan oleh seseorang. Sebagai contoh trik sulap, secara tidak sadar mata Anda sudah dibohongi, selanjutnya pikiran Anda menyatakan itu hebat, itu keren, itu baik, padahal hiburan sulap tersebut sudah mempengaruhi mata, pikiran bahkan alam bawah sadar Anda.


Lambat laun, Anda yang tidak memahami rahasia dibalik sulap tadi, akan terpengaruh oleh orang yang bermain sulap tersebut dan akhirnya Anda pun mengagumi orang tersebut, mungkin juga bisa mendewakan orang tersebut. Hal ini sangat wajar terjadi, karena program pikiran bisa masuk melalui 2 cara yaitu penglihatan dan pendengaran.

By the way, lalu apa yang terjadi jika krisis ketidakjujuran menimpa suatu negeri. Sudah bisa dipastikan bahwa rakyat suatu negeri akan merasa tidak aman, banyak kerusuhan, saling tidak percaya, dan pada akhirnya akan terjadi pertikaian sesama anak negeri. Apa ini yang diharapkan oleh Anda semua..?

Seandainya saja kita lebih mengedepankan sikap jujur sekalipun itu pahit, maka Rahmat Allah yang berupa pertolongan dan solusi akan turun. Anda yang berkuasa saat ini alangkah bijaksananya jika secepatnya mengambil langkah melalui pendekatan Ruhani yang berkaitan dengan akhlak dan hati nurani.

Sebagai contoh demo besar-besaran yang terjadi dari kemarin sampai hari ini, hanya ditangani lewat pendekatan secara fisik saja. Hingga akhirnya tidak menemukan solusi dan situasi yang makin bertambah parah. Mereka yang berdemo butuh kepastian dan pendekatan, agar bisa berbicara dari hati ke hati.

Berbicara dari hati ke hati saat ini diperlukan, agar bisa saling memahami satu dengan yang lainnya. Ingat satu hal bahwa para pendemo juga merupakan bagian dari suara hati yang perlu di dengar keluh kesahnya, karena mereka semua bagian dari kesatuan negeri ini.

Amat sangat berdosa jika Anda mengacuhkan para pendemo, sementara Anda hanya duduk santai di ruang kerja ber-AC sambil melihat dibalik layar televisi dengan menikmati secangkir kopi. Ingat bahwa mereka juga adalah anak-anak kebenaran dan bisa jadi mereka juga adalah utusan Tuhan untuk memperingatkan tentang kekuasaan Anda saat ini.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar