Skip to main content

Perjalanan Ke Kota Tua Semarang

Beberapa hari kemarin kita sempat mampir di kota Semarang. Kota yang sangat indah dan penuh dengan kisah sejarah. Secara kebetulan kita singgah dikarenakan kita memiliki seorang sahabat dunia Maya beberapa tahun silam.

Saya mengenal beliau lewat dunia Maya saat menulis di sebuah blog yang bernama "Rini WP". Beliau seorang blogger wanita yang sering menuliskan kisah perjalanan hidupnya saat masih aktif menulis di sebuah layanan blogger Mywapblog.


Para Blogger Mywapblog sangat gemar sekali saling berkomentar balik, hingga terciptanya hubungan yang akrab antar sesama blogger. Walaupun ada juga yang merupakan silent blogger seperti saya, cukup membaca, mengamati dan jarang berkomentar jika artikel tersebut kurang menarik.

By the way, 4 tahun kemudian kami pun akhirnya bisa bertemu dengan pemilik blog yang bernama "Rini'Wp" bersama Sang Suami yaitu Om Hari Saksono. Kedatangan kami pun di sambut dengan tangan terbuka. Om Hari yang humoris dan sangat ramah terhadap kami.

Saat tiba di kediaman Mak Rini, kami pun disambut dengan secangkir kopi dan teh panas serta beberapa makanan khas kota Semarang. Kami pun dengan segera menyantap hidangan tersebut tanpa ragu-ragu. Karena secara kebetulan para cacing yang sejak dari subuh tadi belum kami beri makan..🤭

Kopi panas dan tahu bakso menjadi pengisi perut kami saat pagi hari. Ah.. sungguh lega bisa merasakan makanan khas Semarang secara gratis he..he. selain itu pula ada kue moci yang rasanya tidak kalah enak dari tahu bakso. Dalam hati bergumam, untuk tidak mengajak Satria, kalau dia sampai tahu pasti sudah di bungkus plastik kue moci dan tahu baksonya hi..hi.. 🤣

Menjelang pukul 09.00 pagi, kami pun di ajak sarapan pagi di kota Semarang, sebuah kedai soto yang enak telah berhasil kami cicipi disana. Selesai sarapan pagi, kami pun diajak berkeliling di kota tua Semarang yang merupakan sebuah tempat yang sangat cocok untuk mengambil foto.




Lokasi kota tua merupakan bangunan-bangunan bersejarah tempo dulu yang masih di lestarikan sampai saat ini. Dan kami lihat tempatnya pun begitu eksentrik seperti model bangunan bergaya Eropa. Yang pasti kami pun merasa senang bisa singgah disana.

Selesai berfoto-foto di kota tua, perjalanan kami lanjutkan ke sebuah bangunan yang cukup fenomenal yaitu Lawang Sewu. Lawang Sewu merupakan sebuah bangunan yang memiliki pintu berjumlah seribu. Bangunan ini juga termasuk dalam kategori bangunan bersejarah.

Cukup banyak kami mengambil foto di area strategis Lawang Sewu, dan sangat bersyukur kami pun bertemu dengan salah satu pengurus Lawang Sewu yang merupakan sahabat pak Hari Saksono. Kami pun dibantu dalam mengambil beberapa foto yang keren. ✌️😃

Jujur saat di Lawang Sewu kami pun seperti lupa akan waktu, hingga waktu sudah melewati pukul 13.30. Dan menurut kami sudah saatnya kembali kerumah. Cukup melelahkan juga bisa berkeliling di kota Semarang. Karena terlalu capek, saya pun merebahkan tubuh sebentar di kediaman Mak Rini.


Pada saat saya rebahan, sungguh tak di sangka Om Hari menunjukkan koleksi batu akik yang di miliki kepada sahabat saya. Beruntung nya sahabat saya di suruh memilih beberapa batu koleksi Om Hari yang sangat banyak. Walaupun trend batu akik sudah sedikit memudar, tapi masih ada beberapa batu yang masih tertinggal dan menjadi rezeki kami.. 😁

Terima kasih untuk Mak Rini dan Om Hari Saksono yang telah menyambut kami dengan tangan terbuka. Dan selain itu pula terima kasih untuk perjalanan mengelilingi tempat-tempat bersejarah yang keren dan memiliki banyak kenangan. 👍😁

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar