Politik Uang Mulai Beraksi

Beberapa hari lagi kita akan melaksanakan pemilihan kepala daerah (Pilkada). Biasanya dan mungkin sudah terbiasa akan ada manuver-manuver yang dilakukan oleh sebagian oknum melakukan politik uang.

Ilustrasi politik uang

Apa itu politik uang? Yaitu melakukan pemberian uang dengan jumlah tertentu pada masyarakat maupun perorangan agar memilih dan mencoblos calon tertentu pada hari pemilihan.

Akan tetapi ada juga yang tidak memberikan uang, melainkan berupa barang seperti sembako untuk memperhalus pola pikir agar tidak dikira menyogok. Praktek-praktek seperti ini sudah sering terjadi. Bahkan mungkin sudah ratusan kali berulang-ulang dilakukan demi memenuhi sebuah hasrat yaitu kursi jabatan.

Dan parahnya rakyat selalu dilupakan ketika mereka sudah berhasil naik menjadi pejabat. Jangankan untuk memberikan bantuan, bersilaturahim kepelosok desa pun tidak.

Ketika butuh mereka datang, ketika sudah tidak butuh rakyat di sia-siakan. Masihkah ada dihati para pemimpin sedikit nurani? Ataukah mereka tidak memiliki hati nurani.

Ketika hari pencoblosan pasti yang ada dipikiran mereka adalah menang atau kalah. Kalah dan menang apakah ini yang dinamakan demokrasi. Apakah arti demokrasi itu harus ada yang menang dan ada yang kalah! Lalu dimana rasa kebersamaan itu seharusnya diletakkan.

Kebersamaan untuk membangun, kebersamaan untuk saling membantu, kebersamaan saling mendukung. Sekali lagi buka mata buka hati agar mengerti sisi manusiawi. Ingat karma ingat mati, karena hidup ini hanya sementara saja. 
Advertisement

18 Responses to "Politik Uang Mulai Beraksi"

  1. Masyarakat di tuntut untuk cerdas menentukan pilihan, karena hasil pilihan yang salah akan menyusahkan pemilih itu sendiri

    ReplyDelete
  2. Harus ikut baca nih para calon pilkada..:)

    ReplyDelete
  3. Sayang sekali golput pilihan saya 😀

    ReplyDelete
  4. Jadilah rakyat yang cerdas ambil duetnya saja dan pilihlah sesuai hati.

    ReplyDelete
  5. Komennya sama kaya diatas Jadilah rakyat yang cerdas ambil duetnya saja dan pilihlah sesuai hati. terus yang sudah keluar banyak duit kalah.
    biar besok-besok pilkada lagi mikir kalau mau pakai cara-cara politik uang he...rakyatnya sudah cerdas

    ReplyDelete
  6. bagus itu mah atuh...ambil uangnya, nyoblosnya ke Paslon yang baik dan bersih aja...lumayan uangnya bisabuat beli kuota

    ReplyDelete
  7. Setuju banget sama Mang Lembu. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harusnya mang lembu yang jadi kepala daerah he..he..

      Delete
  8. memang dilematis ketika gak ada paslon yang sreg di hati..tapi pemilih memang harus di tuntut cerdas, jangan sampe tergiur dengan iming2 uang utk memilih paslon tertentu..pilihan terbaik mungkin golput :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. He..he..
      Menurut hati saja biar tidak bingung memilih..

      Delete
  9. sepertinya masih banyak terjadi, ada yang terang2an dan ada yang terselubung

    ReplyDelete

Komentar yang masuk akan dimoderasi :
1. Jangan menyertakan link aktif
2. Berkomentarlah dengan cerdas!