Etika Chatting Dalam Group

Harap berhati-hati dalam berbicara maupun berkata-kata, terutama dalam ruang lingkup publik. Khususnya zaman sekarang orang sangat mudah menelan kata-kata tanpa memikirkan sebab dan akibatnya.

Baik melontarkan kata-kata di Facebook maupun di WhatsApp dan media sosial lainnya bisa menimbulkan berbagai perasaan. Karena tingkat pengertian dan pemahaman setiap manusia itu sangatlah berbeda-beda.


Selain dari itu juga latar belakang dan pendidikan dari lawan berbicara kita juga berbeda-beda. Perbedaan inilah yang harus membuat kita lebih berhati-hati dalam menulis apa pun di ruang publik.

Semoga tidak terjadi di Group anda semua, menyinggung perasaan dan berakibat hilangnya silaturrahim. Sebagaimana contoh dibawah ini yang patut kita renungkan bersama..!

KISAH BUBARNYA SEBUAH GROUP WA​

Bermula dari chattingan antar anggota lama dengan anggota baru...!?

"Kang Amrana : Halo Sari, selamat bergabung di group ya...!" 😚

"Sari : Halo juga, saya anggota baru nih.. mohom bimbingannya." 🙏

"Kang Djack : Ya Sari, jangan khawatir sayang, aku akan bantu apapun buat kamu...!" 👌😅

"Mas Himawant : Halo Sari,, kalo ada perlu apa-apa tinggal bilang saja, aku siap bantu kapanpun...! 😋

"Om Jaey : Halo Sari, saya bisa nemenin kamu ke mana saja kamu mau... kabarin saja ya say..! 😚😅

"Om Emde : Halo Sari... tenang saja selama ada saya semua pasti beres..." 😅

"SARI : terimakasih temen-teman semua atas perhatiannya, kalian semua memang baik banget..." 🙏

"Mas Herman : Btw, nama lengkap kamu siapa?" 😚

"SARI : SARIFUDIN, asli Jember...!"

"Kang Amrana keluar group..❗"

"Kang Djack keluar...❗"

"Mas Himawant keluar...❗"

"Om Jaey keluar...❗"

"Om Emde keluar...❗"

"Mas Herman sebagai Admin keluar...❗"

Cuma Satria yang masih 'online' ✔

???????

"SARI : Mas Satria kok nggak ikut keluar ???"

"Satria : Yah saya husnudzon dan sabar saja, semua pasti ada hikmahnya."

"SARI : Iya mas Satria sebetulnya nama lengkap saya INDAH PUTRI SARIFUDIN."

"SARIFUDIN nama ayah saya, Saya mantan putri indonesia tahun 2013."

"SARI : Saya janda kembang ditinggal mati, suami saya meninggal begitu selesai akad nikah, jadi kami sama sekali belum sempat berbulan madu." 😅

"SARI : Mudah - mudahan mas Satria berkenan menjadi imam saya..."

"Satria : Alhamdulillah..... MasyaAlloh.." 😱

"SARI : nama lengkap mas Satria siapa????"

"Satria : Sarida Triana permata biru..!" 😅

"SARI keluar group....❗"

Jangan ketawa sendiri ya, kalau bisa ajak yang lain untuk tertawa. Indahnya berbagi..😜

Semoga bisa menghibur jiwa yg sedang resah, galau karena cinta, di lilit hutang dan problem hidup lainnya. 😅

Nyurup kopi dulu deh, sambil mantau yang baca pada senyam-senyum sendiri, he..he.. 😂

Advertisement

23 Responses to "Etika Chatting Dalam Group"

  1. 😀😁 kopinya jangan dihabiskan aku mau.. biar nggak senyum lepas baca.. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bikin lagi, Kang. Biar sekalian ngopo bareng..hehe

      Delete
    2. Nama lengkapnya mas Satria panjang juga ya, Kang..he
      D.tempel di baju mana cukup itu :D
      Kok seru ini, Kang. Pengen gabung deh ke grupnya siapa tahu bisa nambah kenalan sekaligus ilmu :)

      Delete
    3. he..he..
      ya gitu mas Andi, untung orangnya belum baca he..he..

      Delete
  2. hehehee ada ada aja,, jadi pada keluar grup deh kalau chatingnya ga sopan atau kelewatan berlebihan karena ga semua orang punya pemikiran sama ya kang hehhee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, apalagi kalau sudah tahu lawan bicaranya bisa..??
      .........!

      Delete
  3. Ya Allah bikin ngakak..hehe..tapi nggak mau gabung sama grupnya ngeriih..haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebaiknya jangan, nanti bisa bikin mules he..he..

      Delete
  4. Replies
    1. hayoo.. mas mirwan kenapa tuh senyam-senyum sendiri he..he..

      Delete
  5. Banyak yang tertipu karena terlalu cepat menyimpulkan dan mengambil keputusan, realitanya

    ReplyDelete
  6. Nama termasuk salah satu indentitas seseorang, mungkin pelajaran yang bisa diambil dr cerita diatas selain pembaca merasa terhibur ada hikmahnya yg bisa menjadi pelajaran agar biasakan untuk tidak tergesa-gesa menyimpulkan
    cerita yang bagus ok mari ngopi biar lebih fresss

    ReplyDelete
    Replies
    1. that's right, harus berbaik sangka kaya satria..

      Delete
  7. Memang seharusnya, dalam menyampaikan segala sesuatu itu harus dengan kata kata yang sopan tanpa menyakiti atau merendahkan orang lain.

    ReplyDelete
  8. kirain emang bahas yang seriusan soalnya ada loh di group WA aku emak2 baper caw dari group wkwkwk

    dan pentingnya etika dalam menyampaikan itu perlu

    ReplyDelete
  9. Haha kacian Satria.. bukan hanya manusia yg takut hantu juga ikut takut..

    Tapi untung nya teman kita yg namanya juga mirip Satria orangnya baik ya kang hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh,, satria teman kita mah paling baik..hi..hi..🤭

      Delete
  10. Kok ...,
    aku kerasa ikut merasa MakJeeeeb yaa .. , membaca ada nama di atas seperti namaku ... hahaha 😂

    Semoga bukan aku yang keluar dari group tuh 😉 ...
    Lagipula kita kan ngga punya kontak masing-masing , ya .. hehehe

    Tentang etika berbicara, aku setuju banget.
    Aku sendiri memilih berani berkomentar bercanda, setelah aku tau karakter yang akan kuajak bercanda seperti apa.
    Kalau memang karakternya suka bercanda kayak mas Satria ini ..., aku berani ngajak bercanda 😁.

    Soalnya kadang persepsi orang berbeda-beda menanggapi suatu kalimat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas, nah ini namanya ilmu bersosialisasi.. 🤭

      Delete

Komentar yang masuk akan dimoderasi :
1. Jangan menyertakan link aktif
2. Berkomentarlah dengan cerdas!