Skip to main content

Warning Benda-benda Pusaka Dan Tosan Aji

Karyo bukan nama sebenarnya, ia memiliki sangat banyak koleksi benda-benda pusaka maupun tosan aji yang di dapatkan dari berburu dan penarikan pusaka. Kegiatan ini sudah ia tekuni hampir 20 tahun lamanya. Jadi, jangan ditanya jumlah koleksinya, yang pasti sangat banyak.

Karyo mengoleksi benda-benda pusaka tersebut sejak duduk di bangku SMA dahulu, dan koleksi pertamanya adalah batu bertuah yang katanya bisa membuatnya kebal saat di pukul dengan benda tumpul maupun benda tajam. Hal ini memang sudah dibuktikan Karyo dengan berbagai kejadian sepanjang hidupnya.


Selain batu beruah, ada lagi koleksi keris nya yang konon katanya bisa berdiri sendiri pada saat-saat tertentu. Dan katanya ruang pribadinya saat menjadi ruang khusus sebagai tempat menyimpan benda-benda pusaka yang sudah tidak tertampung lagi. Bisa Anda bayangkan yang pasti aura kamarnya penuh dengan hawa mistis.

By the way, 25 tahun pun berlalu, kehidupan Karyo pun tetap tidak ada perubahan. Ia tetap harus bekerja keras untuk mendapatkan uang guna menyambut kehidupan dan menghidupi anak-anak dan isterinya. Yang pasti terlihat jelas berubah adalah rambutnya yang mulai memutih, dan kondisi tubuhnya mulai kurus kering seperti kurang makan.

Padahal Karyo tipe orang yang banyak makan dan teratur seperti orang pada umumnya. Hal ini Karyo anggap sangat wajar pada awalnya, mungkin ia terlalu capek bekerja, atau terlalu banyak pikiran hingga badannya kurus kering.

Well, tibalah Karyo disebut pinggir laut untuk bersantai sambil memancing ikan guna mendinginkan kepala yang sudah mengalami kebuntuan hidup. Dalam hatinya pun berkata, siapa tahu dengan bersantai bisa membuat pikiran tenang dan lebih tabah menghadapi ujian hidup.

Sengaja Karyo mencari tempat yang sangat sepi, karena ia tidak ingin diganggu. Tapi, saat matahari mulai terbenam, terlihat sebuah sosok kakek paruh baya menghampiri dirinya yang sedang asyik memancing ikan.

Kakek : sampurasun..!

Karyo : rampes..

Kakek : sudah dapat banyak mancingnya kisanak
Karyo : ya,, lumayan kek..

Kakek : kalau sudah dapat banyak kenapa belum pulang, sebentar lagi akan memasuki waktu Maghrib..!

Karyo : saya belum mendapatkan apa yang saya cari kek..!?

Kakek : pasti sedang memikirkan badan yang semakin hari bertambah kurus, dan anak anak pertama yang lahir tidak normal..!?

Karyo : ...!? 😱

Jantung Karyo pun sontak berdegup dengan kencang mendengar jawaban si kakek misterius tersebut. Dalam hati Karyo pun bertambah penasaran, siapa sebenarnya si kakek misterius ini..?

Kakek : ada api pasti ada asap..!!

Karyo : maksudnya kek..!? 🤔

Kakek : sudah puas belum, mengoleksi benda-benda pusaka dan tosan aji yang kamu tarik dari sejak masih muda dahulu..!

Mendadak tubuh Karyo pun gemetar, dan bibirnya tak sanggup berkata-kata lagi. Su...su..sudahh..kek..! 

Kakek : kegiatan yang kamu lakukan adalah menarik pusaka yang bukan hak kamu, itu tandanya kamu merampas hak orang lain. Makanya kehidupan anak pertama kamu pun di rampas sebagai karma atas tindak tanduk yang kamu lakukan di masa lalu.

"Dan sekarang secara tidak sadar tubuh mu yang di minta oleh para khodam pusaka yang kamu tarik. Asal kamu tahu, makanan yang sebenarnya dari para khodam tersebut bukanlah saripati minyak, menyan, buhur, maupun apel jin, melainkan saripati dirimu sendiri."

"Oleh karena itu, saripati tubuh mu dimakan oleh mereka tanpa kamu sadari. Bukan cuma itu saja, saripati anak dan isteri kamu pun dimakan tanpa kamu sadari. Terkadang anak-anak yang kamu didik bisa lebih nakal dari kenakalan manusia pada umumnya, itu ulah mereka. Itu semua karena efek dari para khodam yang berada di kamar kamu."

"Kecuali, khodamnya sudah kamu tundukan terlebih dahulu dan kamu menyimpan dirumah yang berbeda dengan berbagai lapisan penjagaan yang kuat."

Baiklah semoga tulisan kali ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan kita kedepannya, agar lebih berhati-hati menyimpan benda-benda pusaka yang kita tidak kenal khodamnya.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar