Nasehat Untuk Para Pocongers

Remember this, pocong adalah sebuah makhluk imut yang berbalut dengan hanya selembar kain kaffan. Dan pocong tersebut sangat erat kaitannya dengan Anda. Ya, Anda yang membaca artikel ini, karena suatu saat jasad Anda akan dikaffani seperti pocong..!

Apakah Anda tidak sadar, bahwa Anda akan menjadi pocong suatu saat nanti. Saat dimana umur yang Anda miliki telah mencapai kadaluarsa sesuai dengan perhitungan Tuhan. Bukan hanya cokelat dan ice cream yang memiliki kadaluarsa, besi yang begitu keras dan kuat tetap memiliki kadaluarsa yaitu menjadi keropos dimakan karat.


Jangan melihat dan berpikir pocong itu nun jauh di alam sana, akan tetapi berkacalah bahwa jasad yang Anda miliki saat ini akan menjadi mayyit dan di kaffani menjadi pocong. Dan selanjutnya pocong tersebut akan di kebumikan kedalam liang lahat yang sangat gelap untuk menunggu karma yang telah anda lakukan selama di titipi kehidupan.

Jika kehidupan Anda condong kearah kebaikan, dan taat kepada setiap aturan Tuhan yang berlaku di muka bumi, maka si pocong yang terkubur di dalam liang lahat itu pun akan menerima kebaikan atas segala perbuatan baik yang telah dilakukan selama hidup. Jika sebaliknya, maka karma buruk akan diterima si pocong tersebut..!

By the way, Matahari yang beredar mengelilingi bumi ibarat Perjalanan hidup manusia dari mulai :

① Janin, Munculnya Fajar Shidiq atau menjelang waktu Subuh
② Lahir, Terbitnya Matahari
③ Pertumbuhan, Meningginya Matahari
④ Muda, Saat sinar Matahari di pertengahan
⑤ Dewasa, Sinar Matahari mulai condong ke barat
⑥ Tua, Sinar Matahari mendekati terbenam
⑦ Mati, Terbenamnya Matahari
⑧ Jasad, Matahari menghilang berganti dengan malam.

⚫ ⚫ ⚫ ⚫ ⚫

Tahun akan berganti dan tidak terasa umur kita juga makin berkurang. Dan, yang pastinya mau tidak mau ajal juga akan menghampiri kita. Well, memang sangat tidak terasa, karena sang waktu berjalan tanpa kita sadari.

Benar adanya jika kita hidup di dunia ini seperti kentut, baunya terasa cepat dan singkat. Oleh sebab itu janganlah di persingkat lagi oleh sesuatu yang sia-sia, he..he.... 😅

Yang dahulunya masih seorang bocah, netek, ngompol, ingusan, senang bermain-main, bersuka ria, sekarang berubah menjadi dewasa yang dalam arti sudah baligh (cukup umur), ‘aqil (berakal), mumayiz (bisa membedakan) mana yang baik dan mana yang tidak, mana yang haram dan mana yang halal, mana yang janda kembang dan mana yang janda beranak 1, Anda pasti sudah pintar membedakan bukan..!? 😂

Namun, ingatlah bahwasanya setelah masa dewasa tidak lama lagi akan menjumpai masa tua dan berakhir dengan masa kematian. Bahkan banyak juga diantara saudara-saudara kita yang telah meninggal sebelum masa tua. Karena umur, rezeki dan jodoh adalah rahasia Tuhan.

Setelah kita mati, lalu bagaimana? jika pingin tahu, coba aja lompat indah dari bangunan tingkat 7 atau bisa juga dengan bobo manis di atas rel Kereta Api, biar nyaho...hikz! 😅

Intinya adalah dalam menjalani hidup di Tahun yang baru kedepannya apa yang akan kita lakukan nantinya? lebih baik, lurus saja atau tambah parah? That's choice is your..!

Dan gambaran dari itu sudah bisa kita lihat bagaimana kita dalam menyambut Malam Tahun Baru tersebut, apakah dengan merayakan di Jalan-jalan sampai pagi, niup terompet 24 jam Non-Stop, Nyekek Botol diiringi lagu Oplosan, Kebut-kebutan dengan becak, atau malah Check in di Hotel kelas Sandal (buat dompet tipis tapi pingin servis), its right?

So, Bagi saudara-saudara yang mengikuti terapi psikologi rutin kali ini, alangkah baiknya jika saudara-saudara merenungi pesan dari para sesepuh yang sudah pinisepuh yang sering memberi wejangan-wejangan yang baik dan bijak dalam menghadapi moment tahun baru.

"Le... malam tahun baru nantinya melakukan muhasabah atau instropeksi diri terhadap hal-hal yang pernah kamu lakukan merupakan sesuatu yang sangat lebih berfaedah dari pada melakukan hal-hal yang kurang baik atau yang bisa membuatmu celaka, karena kamu akan mengetahui kekurangan, kekhilafan dan kelemahan diri kita sehingga kejadian-kejadian masa lalu bisa menjadi peringatan atau pelajaran agar jangan sampai terulang kembali di masa yang akan datang."

"Le.. Hidup di zaman sekarang dan zaman yang akan datang itu jelas sangat berbeda. Akan banyak fitnah, musang berbulu domba, manusia berhati iblis, jangan terpana saat melihat rupa akan tetapi kenali dulu hatinya agar tidak salah dalam menentukan pilihan. Perbanyak hening ditengah malam agar hati kita di isi oleh wahyu-wahyu Allah yang turun di waktu 1/3 malam. Katanya bijak..!

Dan untuk menutup postingan kali ini ada beberapa pertanyaan yang masih mengganjal di kepala. kenapa ya di negeri yang berpenduduk mayoritas Islam ini malah lebih rame perayaan Tahun Baru Masehi ketimbang Tahun Baru Hijriyah yang notabene Tahun Baru Islam itu sendiri? Malah Tanggal 1 Januari lebih ngetop dari pada 1 Muharrom, dan puncaknya adalah sebagian besar umat Islam hanya berdiam diri dan tidak melakukan sesuatu yang istimewa dalam perstiwa akbar tersebut..!

Dan ini berbanding seratus delapan puluh derajat bila dibandingkan ketika kedatangan Tahun Baru masehi! Tapi, jawaban yang paling umum untuk kejadian itu biasanya seperti lagu dari Mbah Bondan ft Fade2Black, '' Ya... Sudahlah...'' 😪

Advertisement

7 Responses to "Nasehat Untuk Para Pocongers"

  1. Kalau saya sing nggak pernah merayakan tahun baru masahi, kalau tahun baru islam inginnya mau cirakat merayakan tapi apa boleh bust mata pun tak bisa diajak kompromi akhirnya... ya... 😂

    ReplyDelete
  2. Karena apa tahun baru hijriya itu sepi, yaitu selalu disangkut pautkan dengan hal-hal yang menyeramkan. Roro kidul lagi hajatan kek sehingga orang awam tidak berano punya hajatan dibulan hijriyah. Terus pada malamnya juga dibuat dengan hal-hal yang mistik, membakar menyang, menabur bunga. sehingga anak kecil jadi takut keluar rumah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. he..he.. bisa jadi mas..
      rupanya tahun baru hijriyah lebih horor ketimbang tahun baru masehi..

      Delete
  3. Sama seperti yang dikatakan mas Djangkaru, di tanah Jawa perayaan menyambut tahun baru Hijriyah itu terasa banget sakralnya.
    Bahkan di bulan Suro, tak ada acara hajatan mantu atau pesta lainnya.
    Jadi kesannya mistik banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. He..he.. ternyata cara berpikirnya mistik semua ya.. jadi serem hi..hi.. 🙄😥

      Delete
    2. Ngga usah takut, teman 😁.
      Yang penting, kita selalu mendekatkan diri pada Yang Di Atas.

      Delete

Komentar yang masuk akan dimoderasi :
1. Jangan menyertakan link aktif
2. Berkomentarlah dengan cerdas!