Ilmu Pacul Part 1

Hallo sobat semua ^_^
Terima kasih selalu berkunjung ke Blog ini ! Pada postingan kali ini saya akan mengupas mengenai makna tersirat dibalik "ilmu pacul". Mungkin ada sebagian yang sudah paham mengenai rahasia ini, tapi ada juga yang belum paham. Untuk itu saya akan mengurai secara perlahan-lahan, agar mudah diserap oleh anda semua.


Mungkin sobat semua bertanya dalam hati apa yang dimaksud penulis dengan ilmu pacul, apa mungkin ilmu cara memegang pacul atau ilmu cara mencangkul..?
Sobat semua pasti sudah pada tahu donk apa itu pacul. Pacul atau cangkul adalah suatu alat yang digunakan para petani atau peladang untuk mengangkat tanah, membalikkan tanah agar tanah tersebut subur dan bisa ditanami.

Jadi pacul hanyalah sebuah alat sederhana yang digunakan oleh petani atau peladang. Apa mungkin alat sederhana itu bisa kita dapatkan manfaatnya !. Jawabannya sangatlah mungkin, karena apa pun yang ada di dunia ini bisa menjadi sebuah pelajaran yang sangat berharga untuk kita ambil. Amat sangat disayangkan jika sampai terbuang atau terlewatkan oleh kita tentang manfaat pacul tersebut.

Jadi, ilmu pacul adalah ilmu membalikkan tanah yang kering/posisinya diatas atau yang kurang subur dibalikkan kebawah, dan tanah yang tadinya dibawah/tanah basah atau subur di taruh diatas. Jadi ilmu pacul adalah ilmu membalikkan keadaan tanah yang posisinya kering/kurang subur diletakkan di bawah dan tanah yang subur di taruh diatas.
Pengkajian diatas adalah hasil kajian yang terlihat secara nyata oleh mata kita, ketika melintasi sawah dan melihat pak tani yang sedang asyik membalikkan tanahnya. Lalu bagaimana cara mengupasnya ?

Untuk mengupasnya secara mendalam, maka kita harus menggunakan bahasa filosofi atau perlambangan, agar makna yang terkandung dalam ilmu pacul dapat benar-benar di pahami. Sebelum kita mempelajari ilmu padi atau dalam istilah makin berisi makin merunduk terlebih dahulu kita harus mempelajari ilmu pacul sebagai dasar untuk mempelajari ilmu padi. Karena padi tidak akan terjadi tanpa ada proses sebelumnya, yaitu proses menggemburkan tanah sawah dengan pacul.

Sekarang kita gambarkan diri kita adalah pacul tersebut, dan tugas pacul adalah membalikkan tanah yang kering menjadi subur. Maksudnya dari tanah yang kering adalah suatu sifat yang tidak bermanfaat sebaiknya di kubur, begitu juga dengan perbuatan-perbuatan kita yang sifatnya kurang baik/ kurang bermanfaat sebaiknya di kubur dan memunculkan perbuatan-perbuatan yang baik. Nah perbuatan yang baik itulah gambaran tanah yang subur. Contoh sifat dan perbuatan yang kurang bermanfaat seperti, malas belajar, sering galau, membicarakan keburukan orang lain, menyakiti orang lain, sering berbohong dan lain sebagainya. Maka jika ada sifat-sifat seperti itu kita ubah kebalikannya, seperti mencontoh pak tani yang membalikkan tanah agar bisa bermanfaat.

Ketika tanah sudah subur sebaiknya dirawat agar tanah tidak kering lagi. Maksudnya adalah ketika perbuatan kita sudah baik maka di jagalah jangan sampai perbuatan kita menjadi tidak baik kembali. Menjaga adalah bagian terpenting selama menjalani proses ini. Setiap manusia pasti menjalani proses seperti ini, hanya saja mereka belum sadar dan menyadarinya. Butuh proses yang terus menerus agar bisa menjadi orang yang bermanfaat. Akan tetapi anda jangan khawatir, selama ada niat dan kemauan yang kuat pasti akan selalu ada jalan.

"Jangan pernah mudah menyerah hanya karena ada rintangan kecil"

Apabila gambaran tanah yang kurang subur tadi persis seperti keadaan yang saat ini anda alami, yaitu kesusahan baik dari segi ekonomi, pola pikir dan lain sebagainya, maka penulis mengajak para pembaca semua untuk mengubah keadaan atau membalikkan keadaan sama seperti pak tani yang membalukkan tanah dengan pacul tadi. Jika bukan kita sendiri yang melakukannya, lalu siapa lagi ?

Ok sobat cukup sekian dari saya kalau ada waktu insya Allah saya lanjutkan kajiannya. Mudah-mudahan dapat di ambil hikmahnya. Di tunggu kritik & sarannya, untuk membangun pemahaman lebih luas lagi.
Semoga tetap jaya Nusantaraku tercinta..!
Advertisement

2 Responses to "Ilmu Pacul Part 1"

  1. Kalau kita bisa mengaji kehidupan ini dengan ilmu pacul pasti hidup kita terasa bahagia, dan tak ada iri hati ke sesama. Hidup damai adanya.

    ReplyDelete
  2. @Lisa Nel
    Semoga saja bisa seperti itu.

    ReplyDelete

Komentar yang masuk akan dimoderasi :
1. Jangan menyertakan link aktif
2. Berkomentarlah dengan cerdas!