Puisi Dhemit Kayangan

Puisi adalah ungkapan dari hati yang terdalam berupa kata-kata dalam gaya bahasa sastra yang biasa diciptakan oleh para pujangga. Ungkapan hati ini tentunya bisa bermacam makna tergantung kondisi sang pujangga yang sedang mengalami kondisi tertentu.


Tidak semua manusia bisa menciptakan sebuah puisi, karena memerlukan kondisi khusus, agar puisi yang diciptakannya bisa mengena sampai kedasar hati yang terdalam.

Well, jadi membuat sebuah puisi sangat berbeda dengan membuat cerita atau pun artikel. Membuat puisi benar-benar menggunakan bahasa hati, agar puisi yang diciptakannya seperti memiliki ruh yang hidup dan dapat menggugah siapa pun yang mendengarnya.

Contohnya seperti pendekar "Syair Berdarah" yang merupakan kakak kandung "Arya Kamandanu", yang telah berhasil menciptakan syair-syair puisi yang sangat menakutkan bagi siapa pun yang mendengarnya. Efek yang ditimbulkan dari suara syair yang dibacanya bisa membuat yang mendengar menjadi tuli, kaku, kejang-kejang bahkan sampai mengeluarkan darah dari semua lubang yang menjadi lawan tandingnya. 😪

Advertisement
• • • • • •

By the way, lain tempat tentu lain pula ceritanya. Syair-syair puisi bukan hanya diciptakan oleh kalangan bangsa manusia saja. Melainkan kalangan bangsa astral pun sangat pandai menciptakan puisi-puisi yang bisa membuat hati anda bergetar bila mendengarnya.

Contohnya seperti Miss Kunti yang senang sekali berlatih puisi tiap malam dibawah rimbunnya bambu atau pohon jengkol. Walaupun bait puisinya terdengar sangat sederhana yang berbunyi : hi..hi..hi..hi..!! Akan tetapi bisa membuat gentar bahkan sampai lari ketakutan siapa pun yang mendengarnya. 😂

Dan dibawah ini salah satu puisi yang berhasil admin liput, ketika perjalanan beberapa waktu silam menembus alam bangsa dhemit yang sangat fenomenal akhir-akhir ini. Segera simak saja syair-syair puisi yang sangat langka dan fenomenal ini.

• • • • • •

Cinta dan harapan

Disaat ku dengar suara itu
Aku seperti terbangun dari mimpi
Tersadar dari tidur yang amat panjang..
Terjaga setelah sekian lama melompati dimensi ruang dan waktu.

Embun pagi menetes dari dahan dan kelopak bunga..
Angin pagi menerpa wajah-wajah pencari kedamaian..
Dalam dingin pagi dan samarnya bayangan..
Mengisyaratkan sesuatu yang telah lama terpendam

Kabut tipis datang menyelimuti pandangan mata.
Membuat rasa cemas dan gundah gulana itu datang.
Menutupi wadah dan ruhani yang mulai berontak.
Dalam ruang gelap yang tak berujung.

Oh.. Tuhan masih adakah rasa cinta yang singgah dihatiku.
Masih adakah kasih sayang untukku yang telah lama menepikan diri dalam ruang gelap dan kekosongan.
Oh..Tuhan masih adakah keajaiban yang akan hadir untukku.
Sementara aku selalu lupa dan berlumur dosa..

Kayangan, 13 juni 2017 Bimbim black.

Well, itulah syair-syair puisi yang diciptakan langsung oleh salah satu bangsa dhemit yang menghebohkan para pujangga cinta, dan tentunya membuat para kunti klepek-klepek dan jatuh hati pada pencipta puisi ini.

Bila masih penasaran silahkan tonton vidio puisi dibawah ini.



Advertisement

27 Responses to "Puisi Dhemit Kayangan"

  1. Memang menulis puisi tak sama dengan menulis artikel karena puisi ditulis dari kata hati sang penulis itu sendiri. Dimana bait demi bait disusun menjadi kalimat yang mampu mengetarkan jiwa jika membacanya dihayati.

    Dan... Cie.. Cie.. Puisi pertama dhemit ini mampu membuat hati para kunti klepek-klepek sehingga sang dhemit pun menjadi buruan para kunti yang terkena virus.. Haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. masa sih...tapi biarin deh kalau kuntinya bukan neng Lisa aja, soalnya saya nggak ikhlas kalau neng jadi kunti temen-temennya mang admin itu mah

      Delete
    2. Ya.. Begitulah adanya seputar info yang admin dapat dari ki Djacka Gledeg dam Mbah Jumantoro di komplek kediamannya kemarin sore..

      Delete
    3. Cie..cie.. Mang lembu gak' ikhlas nih yee..!

      Awas jangan nakak nanti saya bilangin mang maman loh dibawah 👇 sini 😂

      Delete
  2. Walaupun bait puisinya terdengar sangat sederhana yang berbunyi : hi..hi..hi..hi.. tetep aja bauat saya mah menyeramkan mang, karena yang membawakannya bangsa "dhemit" hi.. hi.. hi.. hi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. beuh mang maman segala kura-kura dalam perahu masa ilok ah

      Delete
    2. He..he..
      Ya, harus sering dibiasain denger mang, anggap saja sedang olahraga jantung.. 😂

      Delete
  3. Alam abstal tak ubah nya seperti alam manusia, dialam tersebut pada waktu waktu tertentu sangat lah bising dengan lantunan puisi puisi alam ghaib, sayangnya suara puisi ini hanya bisa didengar oleh orang orang tertentu,

    Seandainya banyak manusia yg di beri kemampuan bisa mendengar puisi alam demit pasti mereka dokumenkan dan disisipkan pada sebuah artikel blog, contohnya seperti puisi ini

    ReplyDelete
  4. Tak banyak yg tahu kondisi alam ghaib itu seperti apa, yg jelas jika manusia tidak mampu melihat dan menembus alam demit, saya rasa sangatlah rugi. Salah satu kerugiannya mereka tidak bisa mendengar puisi alam gaib,

    Padahal satu diri manusia itu perpaduan antara lahir dan batin,

    Lahir untuk melihat gadis cantik cowok keren yg bertebaran di alam nyata ini,

    Sedangkan yg batin seharusnya difungsikan juga untuk melihat diri kita yg sebenarnya itu seperti apa, alam demit itu bagaimana,

    Jika tidak..! Manusia tersebut bukan manusia seutuhnya... Karna indera batinya tidak bisa di fungsikan, tidak mampu menembus alam demit.

    Karna batin orang tersebut sudah terhijab oleh duniawi, sehingga tidak mampu menjelajah alam demit yg konon katanya suka melantunkan puisi puisi indah namun mistis...bersambung...

    ReplyDelete
    Replies
    1. He..he..
      Dan tentunya si manusia tersebut sudah harus mengenal dirinya terlebih dahulu..

      Delete
  5. Jika kita mengaku manusia lebih tinggi derajatnya di banding mahkluk lain , sudah seharusnya mata batin kita harus berfungsi layaknya organ lahir kita, dengan demikin kita bisa dengan mudah mendengar bait bait syair yang di lantunkan oleh para demit atau penduduk alam dunia lain.

    Bukankah begitu mas admin

    ReplyDelete
    Replies
    1. He..he..
      Ya seperti itu, contoh manusia yg sudah mengenal dirinya sendiri, karena hijab telah terbuka.

      Delete
  6. Menulis puisi tidak sama seperti menulis artikel yg bisa dikerjakan (ditulis) secara terjadwal.
    Menulis puisi harus mengikuti kata hati si dhemit.
    Kalau hati dhemitnya sedang galau, sangat sulit bagi si dhemit untuk bisa membuat puisi yg ceria. Hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul kang, seperti itulah contoh kecil perdebatan perasaan yang sering dialami para pujangga maupun bangsa dhemit he..he

      Delete
  7. Puisi adalah rangkaian aksara yang disusun sedemikian rupa dengan menggunakan kekuatan bahasa dan imajenasi, berisi pemikiran dan ungkapan hati si penyair
    yang membuat puisi berbeda dari artikel biasa adalah karena puisi bebas menggunakan permainan kata-kata namun tetap mengandung makna, sudah tidak asing lagi bila ada yang tdk memahami isi puisi bahkan ada pendengar puisi yang bagai tersesat di hutan belantara

    nah gimana coba ? Bingung dia hehe ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. He..he..
      Sudah repot kalau sudah tersesat begitu..

      Delete
  8. HUJAN DALAM KESUNYIAN

    Aku menyukai hujan dalam kesunyian
    menikmati tempias-tempiasnya
    lembut menyentuh rasa
    merambah merelung kegersangan jiwa

    Aku melihat senyummu berlarian bersama angin, dan
    gerimis yang merimbun

    Aku menyukai hujan dalam kesunyian
    menghadirkan bermacam warna
    langit melukis indah parasmu
    Entah sampai kapan; setiamu

    NB : karena aku enggak pernah makan udang mentah? ya akhirnya enggak jadi pendekar syair berdarah, cuma jadi penyair payah..., haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. He..he..
      Udang mentahnya biar dikasih cak jun saja yang sedang sakit tenggorokan he..he

      Delete
  9. Menulis puisi agak susah nih kalo gak terbiasa, karena butuh penghayatan khusus supaya dalam puisinya juga memiliki arti yang luas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas, benar-benar butuh penghayatan agar makna yang diciptakan mengena pada para pendengar.

      Delete
  10. Sepertinya pembahasan puisi demit sudah lengkap Mas.

    Sekarang saatnya berlebaran bersama

    Selamat IDUL FITRI 1438 H

    Mohon Maaf Lahir dan Batin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mohon maaf lahir dan bathin juga mas..

      Delete
  11. Kalau kaya puisi admin ini masih mudah untuk dipahami, tapi ada juga tuh puisi yang wow boro2 kita paham isinya kata2nya saja asing sulit dimengerti hihiii

    Selamat IDUL FITRI 1438 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin Mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. He..he..
      Sama2.. Mohon maaf lahir dan bathin juga..

      Delete

Komentar yang masuk akan dimoderasi :
1. Jangan menyertakan link aktif
2. Berkomentarlah dengan cerdas!