Makanan Ruh

Ruh adalah bagian dari manusia yang wujudnya ghoib dan butuh diberi makan seperti halnya jasad. Sadar atau pun tidak jika ruh Anda kuat maka jasad Anda akan bertambah kuat pula. Manusia diciptakan bukan hanya untuk bersenda gurau atau pun bermain-main saja.

Akan tetapi tugas manusia di bumi ini sangatlah berat yaitu menjadi seorang Khalifah di muka bumi. Amanah tersebut pernah pula di tawarkan kepada para malaikat, para jin, bahkan kepada bumi yang Anda tempati saat ini. Akan tetapi mereka semua merasa berat dan merasa tidak sanggup.


Sebelum kita membahas tentang makanan ruh, ada baiknya kita terlebih dahulu sedikit mengenal bagian-bagian penting dari manusia. Bagian penting tersebut di antaranya adalah jasad, ruh dan akal. Apabila dari ketiganya hilang salah satu maka hilang pula keseimbangan akan kemanusiaannya. Ketiga bagian tersebut saling berkaitan dan terhubung untuk mendukung kelangsungan hidup manusia.

Sebagai contoh jika hilang akalnya maka manusia tersebut bisa hidup akan tetapi Sulit di ajak berkomunikasi. Begitu pun jika salah satu ruh manusia tersebut hilang maka manusia tersebut hidup tapi seperti orang linglung atau gila atau mungkin dalam keadaan koma. Sebagai contoh sederhana yaitu pingsan, ruh yang keluar dari jasad karena disebabkan faktor tertentu seperti lemas karena kurang energi, maupun pingsan karena kaget. Dan begitu pun dengan jasad, apabila jasad kita terluka kena iris pisau atau sakit tertentu, maka bagian lain seperti ruh dan akal akan merasakan pula.

By the way, berbicara tentang ruh di dalam tubuh manusia itu jumlahnya sangat banyak. Ada yang di sebut ruh jasmani, ruh nurani, ruh hewani, ruh nabati, ruh idhofi dan ruh utama yang disebut ruh Ilahiah. Nah, kesemuanya tersebut harus diberi makan agar tidak lemah dalam mendukung kehidupan jasad manusia.

Makanan semua ruh tersebut sangatlah berbeda-beda, ada yang dari hewan, ada yang dari tumbuhan, ada yang dari cahaya, dari angin, dari air,  dan ada juga yang namanya buah pengetahuan. Akan tetapi, dari semua ruh tersebut yang mereka serap hanyalah berupa energi saja.

Sebagaimana baterai smartphone yang perlu di cas setiap hari, ruh Ilahiah juga perlu di cas agar energinya tetap penuh dan stabil. Anda tidak perlu bingung dengan cara pengisian energinya, karena entah Anda sadar atau tidak ruh Ilahiah yang berada di dalam tubuh Anda 1x24 jam pasti kembali ke Rabb-Nya saat Anda tertidur.

Saat Anda tertidur ruh Ilahiah kembali kepada Rabb-Nya untuk mendapatkan energi baru atau suntikan energi. Makanya saat Anda terbangun tubuh Anda menjadi segar kembali. Lalu apakah kita bisa mendapatkan suntikan energi saat kita sadar..? Jawabannya bisa..! Apabila Anda mengetahui ilmu dan pengetahuan ke arah sana.

Sebagai gambaran sederhana, saat Anda melakukan ibadah sholat, saat dalam kondisi fokus membaca atau pun mendengarkan bacaan sholat, maka di saat itulah Anda terhubung dan mendapatkan suntikan energi baru. Kuncinya adalah apabila Anda merasakan  keterhubungan dengan Tuhan maka transfer energi pun terjadi.

Makanya tidak heran jika orang-orang yang sering terhubung dengan Rabb-Nya, tubuh orang tersebut mengeluarkan cahaya. Dan cahaya tersebut bisa dilihat oleh sebagian orang yang mata batinnya peka, setan dan jin.

By the way, Anda tidak harus percaya dengan apa yang saya tulis dan Jabarkan, tetapi silahkan di petik yang menurut Anda cocok saja dengan pola pikir Anda. Karena setiap dari perjalanan hidup seorang anak manusia akan berbeda pula pengalamannya. Dan sebagaimana tulisan saya di atas, apabila tulisan ini menjadi buah pengetahuan bagi ruh Anda silahkan diserap.

Advertisement

14 Responses to "Makanan Ruh"

  1. Sepertinya cukup berat buat saya ne mas Indra untuk memahami makna roh dalam jiwa secara komprehensif.

    Ranahnya sudah filsafat dan teologis, salut bisa mengulas dan mengajak pembaca pada taraf yang paling sederhana dengan perumpaman Cas HP... kagum. tetapi mohon maaf sepertinya saya harus kembali dan mencernah ulang, ini berat bangat mas bahasannya. Tapi tetap semangat itu pertanda untlektual dan pemikir sejati. salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sedikit berbagi pengetahuan saja mas, ketimbang di simpan dan tak bermanfaat, lebih baik saya bagi siapa tahu bisa bermanfaat..

      Delete
    2. betul nih, saling kasih info biar yg lain jadi tahu.

      kalo ruh juga perlu makan yg wajar-wajar ajayak?

      Delete
    3. wah boleh ne jadi diskusi, hebat...

      Delete
    4. Boleh saja mas, siapa tahu malah dapat cabang pengetahuan baru..👍

      Delete
  2. Pembahsannya berat bangat ya, bingung aing jadinya. Tapi informasinya bermanfaat banyak. Jadi tahu sedikti lah yaa

    ReplyDelete
  3. Berarti uraian diatas adalah ruh secara umum. Bukan ruh yang khusus tentang nyawa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup, nyawa adalah bagian pecahan dari ruh yang lebih detil lagi kang..
      next time jika ada waktu di babar deh he..he..

      Delete
  4. Ulasan tentang ruh sulit saya pahami, entak kenapa mungkin karena belum ngopi.. hehe

    ReplyDelete
  5. Kalau Ruh janda cara serapnya gimana mas bim..😱😱😳😳🏃🏃

    ReplyDelete

Komentar yang masuk akan dimoderasi :
1. Jangan menyertakan link aktif
2. Berkomentarlah dengan cerdas!