Buku Vs Smartphone

Tak bisa di pungkiri bahwa kemajuan teknologi sudah tak terbendung lagi. Anak-anak zaman now lebih menyukai Smartphone ketimbang membaca buku. Anak-anak sekarang lebih banyak menghabiskan waktu bersama Smartphone kesayangannya ketimbang bersama Anda sebagai orangtuanya.

PR besar bagi Ayah dan Ibu ini menjadi dilema, karena anak-anak mereka lebih dekat kepada Smartphone ketimbang buku pelajaran maupun Anda. Coba saja Anda perhatikan, saat makan Hp selalu di genggam, saat belajar mereka asyik melihat YouTube di Smartphone, saat masuk toilet mereka membawa HP untuk membalas chatting, saat menjelang tidur pun mereka asyik bermain game di atas kasur.


Jika dilihat sekilas mungkin wajar saja, tapi jika terus seperti ini akan menjadi sebuah kebiasaan dan gaya hidup. Kedepannya Anda sendiri sebagai orangtua akan merasa susah untuk mengatur dan memberikan nasehat yang baik. Hal seperti ini jangan di anggap kecil, karena sesuatu yang besar itu di mulai dari yang kecil.

Ada sebuah gambaran yang cukup baik untuk kita simak, bahwa saat kebakaran terjadi dan kobaran api yang begitu besar maka kita akan sangat kesulitan untuk memadamkannya. Akan tetapi jika api itu masih kecil dan hanya membakar sepotong ranting kayu maka kita akan mudah untuk memadamkannya.

Begitu pun dengan sebuah kebiasaan, jika kebiasaan itu sudah menjadi kobaran api yang sangat besar, maka Anda sebagai orangtua akan sangat kesulitan untuk menanganinya. Oleh karena itu sebelum itu semua terjadi mulailah Anda tengok kebiasaan Anak-anak Anda. Sempatkan waktu untuk mereka, karena mereka adalah generasi berikutnya yang akan membawa suri tauladan Anda.

Bagi mereka, orangtua adalah superhero pertama mereka. Jangan sampai pola pikir mereka berubah dan membuat mereka menggeser status Anda menjadi nomor sekian. Bersedih setelah semua itu terjadi bukanlah sebuah jawaban yang bijak, akan tetapi mencegah sebelum itu terjadi adalah langkah yang tepat.

By the way, trend bergesernya Anak-anak lebih menyukai Smartphone ketimbang buku sudah menjamur di seluruh dunia. Ini menandakan satu hal bahwa pola pikir manusia akan berevolusi secara bersama. Kita akan menghadapi sebuah era dimana manusia tidak akan lepas dengan namanya Smartphone. Karena benda yang satu ini berisi berbagai macam kebutuhan dalam satu wadah.

Saat Anda ingin pergi ketempat kerja, Anda cukup membuka sebuah aplikasi didalam Smartphone, saat Anda ingin membeli produk tertentu, Anda cukup memesan lewat Smartphone, saat Anda ingin membayar tagihan, cukup membayar lewat Smartphone. Dan mungkin saat Anda membaca artikel ini pun lewat Smartphone kesayangan Anda.

Oleh karena itu, kita sebagai orangtua tidak akan bisa membendung apa yang sudah terjadi karena seperti tulisan saya diatas bahwa virus Smartphone sudah seperti kobaran api yang besar. Langkah terbaik saat ini adalah mendampingi anak-anak kita dan mengajarkan lewat kasih sayang, tata Krama dan Budi pekerti sebagai manusia dengan mencontoh orang-orang terdahulu yang menjadi suri tauladan yang baik.

Saat ini kita membutuhkan filterisasi atau penyaringan dalam berbagai hal, baik itu penyaringan melalui media informasi seperti dari televisi, YouTube, sosial media seperti Facebook, twetter, Instagram, dan lain sebagainya. Dengan melakukan langkah penyaringan informasi maka Anda telah menyelamatkan generasi penerus Anda dari berbagai serangan virus-virus teknologi yang belum waktunya sampai kepada mereka.

Advertisement

6 Responses to "Buku Vs Smartphone"

  1. untuk anak memang mesti ada pembatasan dan pengawasan dalam mengakses smartphone, saya sendiri mulai jarang buka buku :)

    ReplyDelete
  2. emang bener deh, buku mulai gak diminati maksutnya orag2 jaman now lebih suka pakai ponsel. menurutku karena simpel gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul juga, ini menjadi tantangan orangtua

      Delete
  3. Ya, begitulah.. tapi jika kita menjadi orang tua yang bijak kita perlu memberi anak main smartphone di jam jam tertentu, supaya anak masih bisa membuka buku, apalagi anak yang masih ditingkat belajar. Hehe

    ReplyDelete
  4. aku manusia kuno yang masih mempertahankan buku kok. nggak tau kurang nyaman aja kalau baca lewat layar ponsel. emang lebih praktis tapi jadinya mata lebih cepat lelah dan perih, sementara buku emang nggak efisien tapi masih enakan baca buku aja gitu, koleksi buku pun terus lanjut... sampe udah banyak yang belel, rusak dan nggak karuan karena nggak dirawat. sedih...

    ReplyDelete

Komentar yang masuk akan dimoderasi :
1. Jangan menyertakan link aktif
2. Berkomentarlah dengan cerdas!