Ilmu Pacul Part 4

Hallo sobat semua pencinta ilmu kajian, baik yang mengikuti dari awal maupun yang baru bergabung. Selamat datang kembali dan semoga apa yang anda cari ada disini. Tak terasa sudah sudah memasuki awal tahun 2017, semoga harapan dan impian kita semua dapat terwujud. Saya harap sobat pembaca sudah merancang segala pengharapan ditahun ini.

Gelombang Air

Pada artikel ke-4 bagian dari ilmu pacul penulis akan melanjutkan penggalian tanah yang sudah saya terangkan sedikit pada artikel ilmu pacul part 3. Bagi anda yang sudah tertinggal silahkan lihat part 3 dari kajian ini

Setelah si penggali bertemu dengan batu yang menghalangi penggaliannya maka si penggali harus bisa menyingkirkan batu tersebut.Setelah batu tersebut dapat diangkat atau di singkirkan maka pada kedalaman tertentu si penggali akan bertemu dengan mata air. Apa itu mata air? Dan apa filosofi mata air tersebut?

Mata air tersebut adalah sebagai suatu sumber manfaat yang akan terus memancar keluar apabila kita terus menggalinya. apabila sumber mata air itu masih keruh maka si penggali harus mencari sumber mata air yang jernih, agar bisa bermanfaat.

Lalu apa filosofi mata air tersebut..? Yaitu jika seseorang sedang mempelajari atau menggali ilmu pengetahuan tertentu maka seseorang tersebut harus dapat menemukan sumber pengetahuan yang jernih dari ilmu yang sedang di pelajarinya tersebut.

Lalu apa perbedaan sumber mata air yang jernih dan sumber mata air yang keruh..? Perbedaannya adalah jika seseorang sampai menemukan sumber mata air yang jernih maka ilmu pengetahuan yang di dapat akan jernih seperti mata air tersebut dan pengetahuannya akan sangat bermanfaat bagi semua makhluk yang berada di alam semesta.

Seseorang yang telah sampai pada pengetahuan yang jernih maka ia akan selalu menjaga akal dan fikirannya agar tetap jernih. Dan orang yang menemukan mata air yang jernih tersebut berarti ia menemukan ilmu pengetahuan langsung dari sumbernya dan bukan dari perantara katanya dan katanya.

Sedangkan orang yang menemukan sumber mata air yang keruh bisa di katakan ilmu pengetahuan yang di galinya belum sempurna. Dan harus terus berusaha sampai menemukan sumber mata air yang jernih. Jika sumber mata air masih keruh berarti sumber tersebut masih tercampur dengan zat, lain artinya belum bisa dikatakan sebagai sumber utama.

Sebagai contoh jika anda seorang wartawan yang sedang mencari berita terupdate dibicarakan maka yang ada cari adalah narasumber yang benar-benar bisa memberi keterangan kepada anda secara jelas, lugas dan terpercaya dan bukan narasumber yang tidak jelas. Narasumber yang tidak jelas inilah gambaran sumber mata air yang keruh.

Kesimpulannya adalah jika anda sedang menggali ilmu pengetahuan tertentu maka galilah sampai menemukan sumbernya langsung, karena jika kita mendapatkan ilmu pengetahuan dari sumbernya langsung maka sudah bisa di pastikan ilmu tersebut pastilah jernih seperti jernihnya sumber mata air.

Semoga dengan tulisan yang singkat ini dapat menambah wawasan para pembaca yang sedang menggali ilmu pengetahuan. Teruslah menggali dan temukan kesempurnaan-kesempurnaan baru yang bisa membuat anda takjub akan kebesaran Tuhan

Ok cukup sekian dari saya, apabila ada kata-kata yang kurang jelas silahkan di tanyakan di kolom komentar. Sampai bertemu dikajian berikutnya.
Advertisement

7 Responses to "Ilmu Pacul Part 4"

  1. Intinya, jika kita mendapat informasi baru nggak bisa ditelan bulat-bulat, kita perlu menemukan sumber mata air jernih biar bisa diminum dan masuk ke dalam pikiran. Kalau minum sumber mata air keruh maka pikiran kita pun akan keruh di penuhi perasangka buruk terus. Benar kan?

    ReplyDelete
  2. Ya Mas, harus lebih bijak dan pintar membaca beragam berita yg kadang negatif.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Butuh penyaringan terhadap informasi yang datang

      Delete
  3. Bijak dalam menyikapi berita supaya akan tetap terasa jernih sepanjang waktu. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, bijak membuat kita seimbang dalam mengambil keputusan

      Delete
  4. ya semoga kita temukan ilmu yang jernih sejernihnya air mata yang sempat tertumpah, karena rasa takut kehilangan walau sejatinya kita semua kelak akan kembali pada sang pemilik jiwa ini
    selamat sore kawan

    ReplyDelete

Komentar yang masuk akan dimoderasi :
1. Jangan menyertakan link aktif
2. Berkomentarlah dengan cerdas!