Efek Samping Tayangan WCW Atau Smack Down

Hallo sobat semua pencinta blog java29, pasti sudah tidak sabar ya, ingin membaca artikel selanjutnya. Oh ya pada artikel berikut, saya ingin membagikan sebuah artikel yang bersifat mengingatkan, semoga ada setetes pelajaran yang bisa dipetik hari ini.


Masih ingatkah sobat tentang tayangan televisi berjudul "WCW atau WWF atau kata Smack Down." Saya rasa sobat semua pasti ingat, ya sebuah tontonan yang penuh dengan unsur kekerasan.

Tanpa kita sadari bersama banyak sekali yang menyukai tayangan televisi tersebut, termasuk adik-adik kita yang masih dibawah umur. Mereka dengan sangat serius dan khusyuk menyaksikan pergulatan keras dan seru. Dan ketika "Sang Jagoannya" menang, ia bersorak dengan girang seperti baru saja menang undian.

Tidak hanya itu, ia juga mengejek lawan musuhnya yang saat itu terkapar dan tak berdaya. Bukan mustahil beberapa tulang rusuk dan tangannya ada yang patah. Namun adik-adik kecil kita terus saja bersorak girang menyaksikan itu semua.

Begitu juga beberapa waktu lalu, ketika diadakan tinju antar pelajar. Beberapa kawan kita begitu bersemangat teriak, "ayo pukul !, "tinju lagi", terus sampai jatuh !" Dan mereka pun tersenyum puas, menyaksikan kawannya diatas ring beraksi seperti apa yang mereka teriakkan.

Tak satu pun peduli pada lawan kawannya diatas ring yang tersungkur dengan wajah amburadul dan babak belur..!

Advertisement
• • • • • •

Inikah wajah kita sekarang ini? Wajah remaja Indonesia yang ramah namun diam-diam menyimpan bibit kekerasan, kekejaman dan darah? Ataukah waktu telah kembali ke masa lalu, dan mengirim kita semua ke zaman Romawi tempo dulu, yang tak akan puas sebelum salah satu dari dua Gladiator mati terkapar.

Sejarah negeri ini memang penuh dengan kekerasan dan darah. Kalau diluar negeri bangsa kita terkenal dengan ramah-tamah dan sopan-santunnya. Mungkin itu tidak lebih hanya sekedar kamuflase belaka.

Sejarah telah banyak mencatat bahwa majapahit, sriwijaya, singosari, madangkara dan kerajaan-kerajaan lainnya selalu menggunakan kekerasan dalam perebutan wilayah. Entah sudah berapa banyak galon darah yang tumpah di tanah nusantara ini.

Lantas ketika WWF, WCW, Smack Down dan tinju begitu di gemari, betapa mengerikan wajah asli kita. Betapa mengerikan menyaksikan bibit-bibit kekerasan tumbuh subur dihati sanubari adik-adik kecil kita. Dan yang lebih parah lagi itu semua dianggap sebagai tontonan yang seru dan mengasyikkan.

Meninju, membanting, membenturkan kepala diatas besi, dan jerit kesakitan serta darah, apakah semua itu hiburan dan layak di tonton? Kalau benar, maka kita telah begitu rendah memposisikan manusia, yang tidak lebih tinggi dari ayam aduan..!

Sehingga ketika tawuran antar pelajar terus berlangsung, kita sama-sama tak pernah bersungguh-sungguh mencari jalan keluar. Entah sudah berapa banyak yang mati, tawuran pelajar itu terus berlangsung. Entah sudah berapa banyak galon air mata orang tua yang di tinggal anaknya, dan entah berapa banyak lagi orang tua yang harus menyaksikan anaknya terbunuh dengan golok dan clurit yang menancap kokok di tempurung kepala..!

Bahkan pada reformasi sekarang ini bertambah parah, semua orang bebas mengemukakan pendapatnya. Akan tetapi perlu digaris bawahi, kemukakanlah pendapat sesuai dengan norma-norma budaya bangsa kita yang sudah ada sejak zaman dahulu. Leluhur kita mengajarkan untuk selalu sopan, ramah tamah, hormat-menghormati, gotong-royong dan lain sebagainya. Sekarang ini semuanya sudah tidak dipakai, karena lebih mengedepankan nafsu.

Semoga kedepan bangsa kita lebih sadar, agar lebih waspada menyaksikan berbagai tontonan yang dapat mensugesti adik-adik kecil kita, agar jangan sampai tertanam bibit-bibit kekerasan. Bangunlah negeriku Indonesia..! Jangan kalah dengan peradaban yang baru sekarang ini. Bangsa kita adalah ibu dari semua bangsa yang berada di dunia. 


Advertisement

17 Responses to "Efek Samping Tayangan WCW Atau Smack Down"

  1. Setiap peristiwa yang begitu membekas akan ada efeknya
    baik tindakan kekerasan maupun tindakan yang membawa pada kedamaian
    untuk tayangan yg kerap menampilkan kekerasan tidak hanya anak-anak di bawah umur yg terkena imbasnya, tapi kaum dewasa juga ikut terkena dampaknya, kita bisa saksikan sendiri bagaimana terjadi pelecehan yang marak terjadi

    kalau Maya paling nggk bisa nonton yang sedih-sedih, bisa2 stock tisue di rumah habis terpakai hehe ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lihat video yang di Tamrin City, sungguh miris sekali. Sifat superior benar-benar lagi merajalela.

      Delete
    2. He..he..
      Tinggal lari ke indomaret stok tissu banyak..

      Delete
  2. Bebas mengemukakan pendapat alias jadi tukang kritik tapi tidak bisa memberikan solusi. Setiap lawan dianggap salah, kalau dipikir-pikir yang tukang kritik itu jika disuruh memulai pasti kayak macan ompong.
    Kekerasan semakin melanda, sebenarnya ini faktor orang tua juga yang suka menonjolkan kekerasan. Apalagi pemimpin-pemimpin yang diatas sana, suka ribut jatahnya yang kurang. Akhrinya rakyat kecil saling bunuh-bunuhan sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. siip sependapat dengan saya....

      Delete
    2. He..he..
      Harus mulai dari sekarang.. Stop kekerasan..!!

      Delete
    3. saya sependapat dengan mang Djangkaru ngga ya?

      kayanya nggak asik kalau saya ikutan sependapat mah ya....ya udah nggak sependapat ajah deh ah

      Delete
  3. Iya ya... Tayangan WCW Atau Smack Down memang sekilas menghibur, namun di balik keseruan dari laga tersebut ada banyak dampak buruknya.

    Sebagai OrTu kita sebaiknya selalu memantau apa yg menjadi tontonan anak anak, agar tidak meniru action action kekerasan seperti itu ya mas...?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya kang, sudah tontonan parah kurang mendidik..

      Delete
    2. udah tau efeknya banyak jeleknya, ngapah ditonton atuh?
      saya dong nggak pernah tau apa itu WCW...kalau CW seksih saya tau

      Delete
    3. He..he..
      Ya mang, wew, kalau soal itu mang lebih pahamlah he..he..

      Delete
  4. Salahsatu tugas berat kita sebagai orang dewasa membentuk mental anak-anak kita agar menjadi pribadi yang tangguh namun santun, karena jaman kebebasan informasi seperti sekarang ini sangat berperan besar menjadikan seorang anak menjadi pribadi yang tangguh (fisik maupun fisik) namun jika tak disertai dengan kesantunan, maka ketangguhannya akan tersalah-gunakan. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, ajari kesantunan dan budi pekerti yang baik itu akan lebih baik kedepannya.

      Delete
  5. Miris juga ya, untung saja saya males lihat yang gitu gitu baik
    Melihat senetron korea yang romantis... Hahaha

    Kabur... Ah sebelum kena lempar sendal...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, neng Lisa semua tidak bisa terelakan lagi..

      Waduh..! Suka drakor juga he..he..

      Delete
  6. Kita doakan saja semoga mereka insaf

    ReplyDelete

Komentar yang masuk akan dimoderasi :
1. Jangan menyertakan link aktif
2. Berkomentarlah dengan cerdas!